Efektivitas PjBL Bergandengan dengan Canva
Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning
(PjBL) Untuk Meningkatkan
Kemampuan Siswa Kelas VIIIC dalam Menulis Teks Laporan Hasil Observasi dengan
Menggunakan Media Canva
Moh. Saifur, S.Pd.
NIPY. 101.0567.0087

PENDAHULUAN
Berawal dari analisis rapor
pendidikan SMP Kesatrian 1 Semarang tahun 2022 pada kualitas pembelajaran yang
mengalami penurunan sebesar 4,88% dan mendapatkan kategori sedang. Hal ini
menjadikan pemikiran untuk melakukan inovasi pembelajaran pada mata pelajaran
Bahasa Indonesia, khususnya pada elemen menulis.
Menulis merupakan
kegiatan kebahasaan yang memegang peran penting dalam dinamika peradaban
manusia. Dengan menulis orang dapat melakukan komunikasi, mengemukakan gagasan
baik dari dalam maupun luar dirinya, dan mampu memperkaya pengalamannya.
Melalui kegiatan menulis pula orang dapat mengambil manfaat bagi perkembangan
dirinya. Keterampilan menulis merupakan keterampilan yang bersifat mekanistis.
Keterampilan menulis tidak mungkin dikuasai hanya melalui teori saja, tetapi
dilaksanakan melalui latihan dan praktik yang teratur sehingga menghasilkan
tulisan yang tersusun dengan baik.
Keterampilan menulis merupakan
urutan yang terakhir dalam proses belajar bahasa setelah keterampilan menyimak,
berbicara, dan membaca. Di antara ke empat keterampilan berbahasa tersebut,
keterampilan menulis yang paling sulit dikuasai. Hal itu disebabkan
keterampilan menulis menghendaki penguasaan berbagai unsur kebahasaan dan di
luar bahasa itu sendiri yang akan menjadi isi karangan. Keterampilan menulis
biasanya dikaitkan dengan pembelajaran mengarang. Latihan menulis dan mengarang
dalam pengajaran bahasa Indonesia dapat membiasakan siswa untuk menerapkan
pengetahuan kebahasaan, seperti tata bahasa, kosa kata, gaya bahasa, ejaan, dan
sebagainya.
Kegiatan
menulis itu sendiri memang tidak semudah seperti yang dibayangkan. Peserta
didik SMP Kesatrian 1 Semarang sering kali mengalami keinginan untuk menulis,
tetapi tidak sanggup melakukannya. Peserta didik mengalami gangguan
keterlambatan dalam mengekspresikan pikiran atau gagasannya melalui bahasa yang
baik dan benar, sehingga peserta didik tersebut mengalami kesulitan dalam
menulis.
Permasalahan-permasalahan di atas, perlu segera diatasi. Alternatif keberhasilan pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi dapat segera diatasi dengan berbagai cara, salah satunya dengan menggunakan model pembelajaran dan media pembelajaran. Dalam kesempatan ini digunakan model pembelajaran Project Based Learning ( PjBL) dan penggunaan media aplikasi Canva pada materi menulis teks LHO.
PEMBAHASAN
Kondisi yang
menjadi latar belakang masalah atau permasalahan yang menghambat terwujudnya pembelajaran abad 21 yang
kreatif dan inovatif dalam materi menulis teks LHO di kelas VIII C SMP
Kesatrian 1 Semarang diantaranya:
1)
Guru belum optimal dalam
menerapkan model belajar inovatif.
2)
Pemanfaatan media
pembelajaran berbasis teknologi masih rendah.
3)
Pengelolaan waktu
yang belum maksimal.
4)
Jaringan internet
yang belum memadai.
5)
Kemampuan peserta didik
dalam berpikir tingkat tinggi atau High Order Thinking Skills (HOTS) sebagian
besar masih rendah.
Untuk itu, upaya yang dilakukan
adalah dengan menghadirkan pembelajaran inovatif dan kreatif melalui penerapan
model pembelajaran Project Based Learning ( PjBL) dan penggunaan media aplikasi Canva pada materi menulis teks
LHO. Penerapan model pembelajaran ini sangat penting dilakukan dan dibagikan
oleh setiap pendidik guna mewujudkan pembelajaran abad 21. Penerapan model
pembelajaran ini juga sesuai dengan karakteristik peserta didik era
digitalisasi teknologi saat ini yang sangat praktis dan efisien. Kehadiran
model pembelajaran ini mampu memotivasi dan memberikan pengalaman berharga bagi
peserta didik dalam menulis teks LHO. Disamping itu peserta didik semakin
merdeka dalam belajar sesuai dengan karakteristik dan kecerdasan masing-masing.
Peran dan tanggung jawab pendidik
dalam proses pembelajaran menulis teks LHO yaitu saya
sebagai guru bertanggung jawab dalam mendesain pembelajaran yang kreatif,
inovatif, menyenangkan, memastikan bahwa
semua peserta didik terfasilitasi kebutuhan belajarnya guna mewujudkan merdeka
belajar melalui komitmen, kemandirian, dan reflektif dalam proses pembelajaran.
Pada proses pembelajaran ini peserta didik diberikan keleluasan dalam melakukan
eksplorasi dengan bimbingan guru secara intensif saat pemanfaatan media Canva
dalam menulis teks LHO, sehingga pendekatan TPACK (Technological Pedagogical
Content Knowledge) dapat tercapai.
Penerapan
model pembelajaran Project Based Learning mendapatkan tantangan sekaligus menjadi
kelemahan secara teknis, seperti pengelolaan waktu yang tepat dalam
pembelajaran. Dalam kegiatan
pembelajaran guru selalu memantau setiap aktivitas siswa, dalam hal ini aktivitas guru lebih extra kerja
keras dalam mengawasi pada setiap aktivitas. Namun demikian, masih terdapat
beberapa tahapan dalam pembelajaran yang tidak sesuai dengan waktu yang telah
ditentukan. Pengalaman yang terjadi pada tahapan menguji hasil dan evaluasi,
masih terdapat siswa yang ingin menanggapi hasil pemaparan kelompok lain, namun
harus dibatasi karena waktu pembelajaran tidak cukup. Hal ini yang memunculkan
rasa kekecewaan peserta didik.
Kebiasaaan peserta didik belajar dengan
model pembelajaran konvensional mempengaruhi lambannya proses adaptasi. Hal ini
terlihat masih ada beberapa peserta didik yang belum optimal dalam melakukan
diskusi. Beberapa peserta didik masih terlihat
pasif dalam kelompok. Sebagian kecil dari peserta didik juga masih terlihat
kurang percaya diri saat memaparkan hasil proyek di depan kelas.
Minimnya
ketersediaan sarana dan prasarana sekolah berupa akses internet yang masih
terbatas juga memberikan tantangan tersendiri dalam mewujudkan tujuan
pembelajaran. Hal ini berhubungan dengan pemakaian media aplikasi Canva yang
membutuhkan akses internet yang baik. Di samping itu, munculnya anggapan
bahwa pemanfaatan handphone seringkali tidak tepat guna, dan anggapan bahwa
pembelajaran dengan teknologi (Gawai) tidak berpengaruh signifikan terhadap
efektivitas pembelajaran di kelas.
Dalam rangka mengatasi berbagai
tantangan yang muncul, pendidik melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak.
Upaya lain untuk menghadapi tantangan tersebut adalah dengan melakukan
aksi-aksi nyata. Menerapkan langkah-langkah pembelajaran dengan melakukan
sintak-sintak secara terstruktur. Pengelolaan waktu dalam proses pembelajaran
diperbaiki sehingga dipastikan semua proses pembelajaran sesuai dengan
tahapan-tahapan yang ada.
Strategi ini dapat meningkatkan
keterlibatan peserta didik secara aktif dalam proses belajar yang berorientasi
pada peserta didik. Pada kegiatan ini guru bersama peserta didik terlibat aktif
sesuai peran masing-masing. Peserta didik melakukan proses diskusi menyelesaikan
proyek secara berkelompok yang terdiri dari anggota heterogen. Selanjutnya
peserta didik melakukan eksplorasi literatur melalui kegiatan literasi dan
numerasi menggunakan media video,internet, analisis pemecahan masalah, tutor
sebaya, dan presentasi melalui proses diskusi dan tanya jawab.
Untuk meningkatkan aktivitas
belajar, peserta didik mengisi lembar kerja peserta didik (LKPD). Ada dua LKPD
yang harus diselesiakan yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yaitu memerinci
data hasil pengamatan objek yang ada di lingkungan sekolah dan menulis teks LHO
yang berasal dari data yang telah ditemukan. Teks LHO yang dibuat harus sesuai
dengan struktur dan kaidah kebahasaan teks LHO. Kemudian guru bersama peserta
didik melakukan refleksi pembelajaran dan asesmen formatif (assesment for
learning) menggunakan aplikasi google form live score.
Selain itu, di dalam proses
pembelajaran guru sering memantau perkembangan diskusi dan penyelesaian proyek.
Hal ini dilakukan karena terlihat peserta didik yang kurang aktif dalam diskusi
dan belum menggunakan gawainya dengan bijak. Dengan kehadiran guru di tengah
diskusi pesrta didik tersebut, dapat memberikan motivasi atau apresiasi
sehingga terlihat perhatian guru dalam prosses pembelajaran.
Refleksi pembelajaran bagi pendidik
bertujuan untuk menganalisis tingkat keberhasilan proses dan hasil belajar
peserta didik. Sementara refleksi pembelajaran bagi peserta didik bertujuan untuk
mencapai kepuasan diri peserta didik memperoleh wadah yang tepat dalam menjalin
komunikasi positif dengan pendidik. Sedangkan kegiatan asesmen formatif
dilakukan oleh pendidik untuk evaluasi selama proses pembelajaran berlangsung
guna perbaikan proses pembelajaran berikutnya. Proses pembelajaran yang tidak
kalah pentingnya adalah pemberian apresiasi hasil asesmen oleh pendidik kepada
peserta didik.
Untuk mencapai proses ini secara
maksimal dibutuhkan dukungan sumber daya yang baik. Sumber daya yang dimaksud
adalah ketersediaan fasilitas sarana dan prasarana sekolah yang memadai,
kemampuan guru maupun peserta didik dalam memanfaatkan teknologi secara
maksimal, serta ketersediaan media dan sumber belajar yang relevan.
Berdasarkan
hasil evaluasi dan refleksi pembelajaran bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning sangat efektif dan
berdampak positif terhadap motivasi belajar peserta didik dalam menulis teks
LHO. Peserta didik sangat tertarik, antusias dan bersemangat mengikuti semua
proses pembelajaran. Hal tersebut dikarenakan pendekatan, model, metode, dan
strategi pembelajaran yang diterapkan dalam setiap kegiatan atau aktivitas
pembelajaran memberikan kebebasan terhadap peserta didik untuk memilih cara
belajar. Sehingga pembelajaran berdifrensiasi berlangsung sangat efektif.
Selain itu, penggunaan media Canva juga mempunyai pengaruh yang baik, dimana
siswa mampu menggali kemampuan dalam mendesain tulisan dengan lebih baik dan
menarik.
Dalam proses pembelajaran ini,
terdapat salah satu peserta didik yang terlihat kurang sehat. Namun saat
disarankan untuk ke ruang UKS peserta didik tersebut menolak dengan alasan
ingin mendampingi kelompoknya untuk persentasi di depan kelas. Bahkan hasil dari
desain Canva teks LHO yang dibuat perserta didik tersebut dipilih sebagai bahan
pemamparan kelompok.
Pada kegiatan refleksi peserta didik
mengungkapkan kepuasan atas semua rangkaian proses belajar yang telah dilalui.
Hasil asesmen formatif dan sumatif menunjukkan progres yang
signifikan dibandingkan dengan sebelum menerapkan model pembelajaran ini.
Sedangkan hasil wawancara dengan teman sejawat memberikan tanggapan bahwa penggunaan model pembelajaran Project Based Learning dan media Canva dinilai
tepat dalam materi menulis teks laporan hasil observasi.
Faktor keberhasilan dari startegi yang diterpakan dalam pembelajaran menulis teks LHO adalah penggunaan model pembelajaran Project Based Learning dan pemanfaatan media Canva. Dari dua hal tersebut terlihat peningkatan baik dalam pengetahuan maupun keterampilan peserta didik.
Penerapan model
pembelajaran Project Based Learning yang digunakan dalam
materi menulis teks LHO mendapatkan apresiasi dari peserta didik, rekan sejawat
(guru), dan pimpinan. Kedepan model
pembelajaran ini rencananya akan diimplementasikan pada pelajaran-pelajaran
lain oleh rekan sejawat, seperti pada mata pelajaran matematika, penjasorkes,
bahasa inggris, dan lainnya.
Pembelajaran yang didapatkan dari semua proses aksi adalah bahwa keberhasilan suatu pembelajaran di kelas tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam mendesain model pembelajaran yang menarik, melainkan harus didukung oleh semua stakholder terkait. Pembelajaran tetap dapat berlangsung menarik meski dengan media-media sederhana. Hal terpenting adalah pendidik memahami karakteristik peserta didik, media pendukung, kondisi sekolah, dan asesmen yang tepat.
DAFTAR PUSTAKA
Afifah
A N, Nur Ilmiyati dan Toto. 2019. Model Project Based Learning (Pjbl)
Berbasis Stem Untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Dan Keterampilan Berpikir
Kritis Siswa. Jurnal Pendidikan (2). Tersedia dalam
https://www.journal.uniku.ac.id/index.php/quagga/article/view/1910/pdf. Diakses
pada tanggal 14 November 2023.
Dalman. 2018. Keterampilan Menulis.
Depok: Rejawali Pers.
Alhafiz,
N. (2022). Analisis Profil Gaya Belajar Siswa untuk Pembelajaran
Berdiferensiasi di SMP Negeri 23 Pekanbaru. J-Abdi: Jurnal Pengabdian
Kepada Masyarakat, 1(8), 1913–1922.
A.Muri
Yusuf, (2017), .Asesmen dan Evaluasi Pendidikan Pilar Penyedia Informasi dan
Kegiatan Pengendalian Mutu Pendidikan, Jakarta: Kencana.
Kemendikbud. (2017). Bahasa
Indonesia SMP/MTs kelas VII: buku siswa. Jakarta: Kemedikbud.
Pelangi,
G. (2020). Pemanfaatan Aplikasi Canva Sebagai Media Pembelajaran Bahasa Dan
Sastra Indonesia Jenjang SMA/Ma. Jurnal Sasindo UNPAM, 8(2), 79-96.
Comments
Post a Comment