Menggunakan Metode STAR (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil dan Dampak)
Best Practices
Menyusun
Cerita Praktik Baik (Best Practice)
Menggunakan
Metode STAR
(Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil dan Dampak) Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran

A.Latar Belakang
Seperti murid yang memiliki rapor
evaluasi belajar, sekolah juga mempunyai hasil evaluasi kualitas secara
menyeluruh yang dinamakan Rapor Pendidikan. Rapor Pendidikan dinilai berdasarkan
6 pilar utama yang mencakup hasil belajar murid, proses belajar-mengajar, dan
cara pengelolaan sekolah. Dari 6 pilar tersebut SMP Kesatrian 1 mempunyai 3
pilar yang nilainya harus ditingkatkan yaitu karakter murid, kondisi keamanan
sekolah dan kualitas pembelajaran. Latar belakang masalah penulisan best
practice ini adalah kusus pilar kualitas pembelajaran nilainya sedang dan
menjadi prioritas untuk perbaikan nilai dengan cara memperbaiki metode
pembelajaran, pengelolaan kelas, dan dukungan psikologis kepada murid. Hal itu
menjadi tugas kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan untuk berperan
meningkatkan nilai Rapor Pendidikan sekolah.
Latar belakang masalah penulisan best practice ini yang lain adalah rendahnya motivasi dan minat belajar siswa dalam pembelajaran Seni Budaya, hal ini dikarenakan kebiasaan siswa yang senang hanya menerima pembelajaran dari guru tanpa adanya rasa ingin tahu siswa terhadap materi yang akan dipelajarinya. Hal ini dapat terlihat dari kurang aktifnya siswa dalam merespon pertanyaan guru, siswa suka menunggu jawaban dari temannya saja, tidak semua siswa aktif ketika dilakukan diskusi kelompok dan kebanyakan hanya siswa yang pintar yang aktif dalam proses pembelajaran. Berdasarkan penelitian Pajri (2022), didapatkan hasil bahwa minat belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang memengaruhi minat belajar siswa terhadap mata pelajaran Seni Budaya adalah keingintahuan, dan motivasi sedangkan faktor eksternal yang memengaruhi minat belajar siswa terhadap mata pelajaran Seni Budaya adalah lingkungan keluarga, guru, dan bahan pelajaran. Faktor internal berasal dari karakter siswa itu sendiri, karena kurangnya kebiasaan dalam proses pembelajaran sehari-hari. Sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi adalah suasana belajar yang kurang kondusif, metode pembelajaran yang digunakan monoton dengan metode ceramah. Pada materi Seni Budaya kususnya yang mengharuskan banyak kegiatan praktikum tidak bisa terlaksana dengan maksimal, sehingga siswa tidak bisa melihat secara kontekstual manfaat materi yang dipelajari. Hal ini terjadi karena keterbatasan waktu yang ada, sarana dan prasarana belum optimal, kurangnya penerapan model-model pembelajaran inovatif dalam proses pembelajaran. Berdasarkan latar belakang masalah diatas perlu adanya perubahan yang dilakukan dalam proses pembelajaran yang selama ini dilaksanakan, misalnya dalam proses pembelajaran lebih banyak menggunakan model-model dan media pembelajaran yang inovatif yang dapat meningkatkan minat dan motivasi siswa, sehingga semua siswa ikut terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran dikelas. Sebagai seorang guru saya harus memfasilitasi proses pembelajaran siswa dengan metode dan model pembelajaran inovatif sesuai dengan karakter dan kondisi lingkungan sekolah. Salah satunya yang bisa saya terapkan adalah penggunaan model discovery learning, karena pada kebiasaannya siswa masih belum memahami model pembelajaran ini dan jarang diterapkan didalam kelas. Pada pembelajaran praktik ini saya menggunakan model Problem Base Learning (PBL) dengan menggunakan aplikasi piano virtual pada materi bernyanyi Unisono. Dengan menggunakan aplikasi tersebut siswa tampak lebih antusias dalam pembelajaran karena menggunakan teknlogi komputer, nampak dari beberapa siswa mereka sangat senang mengerjakan kegiatan pada LKPD dengan aplikasi tersebut, walau masih banyak kekurangannya dalam proses pembelajaran dikarenakan memang saya baru pertama kali menggunakan aplikasi tersebut untuk proses belajar mengajar, siswa juga baru pertama mengetahui ada aplikasi piano virtual untuk pembelajaran Seni Budaya, mereka jadi mengetahui untuk kegiatan praktik kita juga bisa menggunakan teknologi untuk melihat kaitan materi Seni Budaya dengan kehidupan sehari-hari.
B. Menyusun Cerita Praktik Baik (Best
Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi,
Refleksi Hasil dan Dampak) Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa
Dalam Pembelajaran
|
Lokasi |
SMP Kesatrian 1 Semarang |
|
Lingkup Pendidikan |
Sekolah Menengah Pertama |
|
Tujuan yang ingin dicapai |
AKSI 1 Pertemuan 1 Penggunaan
model pembelajaran Problem Base Learning
(PBL) dengan pendekatan Saintifik dan metode pembelajaran ceramah, demonstrasi
(video apresiasi), diskusi, tanya jawab, penugasan diharapkan peserta didik
dapat mencapai tujuan pembelajaran yaitu : 1. Mengidentifikasi ciri-ciri lagu daerah dan konsep menyanyi secara unisono 2. Menganalisis tentang teknik dan gaya menyanyi lagu daerah 3. Mempresentasikan kesimpulan ciri-ciri lagu daerah, konsep bernyanyi
secara unisono, teknik dan gaya menyanyi lagu daerah Pertemuan 2 Penggunaan model pembelajaran Project Base Learning (PjBL) dengan
pendekatan Saintifik dan metode pembelajaran ceramah, demonstrasi (video
apresiasi), diskusi, tanya jawab, penugasan diharapkan peserta didik dapat
mencapai tujuan pembelajaran yaitu : 1. Berlatih menyanyikan lagu daerah secara unisono dengan teknik
bernyanyi yang tepat 2. Menampilkan bernyanyi lagu daerah secara unisono dengan teknik
bernyanyi yang tepat |
|
Penulis |
Ali Romadhon, M.Pd |
|
Tanggal |
Pertemuan 1 : 4 September 2023 Pertemuan 2 :
7 September 2023 |
|
Situasi: Kondisi yang menjadi latar belakang masalah,
mengapa pembelajaran ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung
jawab anda dalam pembelajaran ini. |
Kondisi yang menjadi latar belakang masalah dari pembelajaran ini
adalah : 1. Kemampuan peserta didik
dalam pembelajaran seni
musik materi bernyanyi lagu daerah kurang maksimal.
2. Media yang digunakan dalam pembelajaran seni musik materi bernyanyi
lagu daerah kurang menarik. |
|
|
Mengapa pembelajaran ini penting untuk dibagikan ? Pembelajaran ini menurut saya penting untuk dibagikan karena
berdasarkan kegiatan
pembelajaran di kelas yang dilakukan banyak perubahan sikap
dan hasil belajar
pada peserta didik sehingga selain dapat memotivasi diri
saya sendiri, diharapkan juga pengalaman ini dapat bermanfaat bagi rekan guru
lain yang mengalami permasalahan seperti yang saya alami.
Peran dan tanggung jawab dalam pembelajaran ini adalah Sebagai pendidik, saya memiliki peran untuk meningkatkan kemampuan
siswa baik dari segi kognitif dan psikomotornya. Sebagai bentuk tanggung
jawab saya, yaitu dengan melakukan proses pembelajaran secara efektif dengan
menggunakan model, metode, dan media pembelajaran yang tepat dan
inovatif sehingga tujuan pembelajaran dan hasil belajar
siswa bisa tercapai sesuai dengan yang diharapkan. |
|
Tantangan : Apa saja yang menjadi tantangan untuk
mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat, |
Setelah dilakukan identifikasi masalah dengan refleksi diri, maka beberapa tantangan yang dihadapi adalah : 1. Bakat dan minat siswa yang beragam terhadap materi. 2. Pemahaman peserta didik tentang makna dan fungsi belajar untuk masa
depan agar belajar menjadi prioritas masih
kurang. 3. Metode yang digunakan guru masih belum tepat, membosankan dan kurang variatif. 4. Belum maksimal dalam pemanfaatan teknologi dalam media pembelajaran. Dilihat dari keempat tantangan tersebut dapat disimpulkan bahwa
tantangan yang dihadapi melibatkan guru dan siswa. Tantangan itu yang
menyebabkan pendidik harus melewati dengan berbagai cara seperti menerapkan
model pembelajaran PBL dan PjBL dan menggunakan media yang menarik sesuai dengan gaya
belajar peserta didik serta pembelajaran yang terpusat pada peserta didik.
Yang terlibat dalam kegiatan ini diantaranya peserta didik, rekan
guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah. Dimana mereka perlu untuk
dilibatkan untuk memberikan pendapat dan masukan sebelum pelaksanaan kegiatan pembelajaran guna mendukung kegiatan
- kegiatan yang dibutuhkan |
|
|
untuk mencapai tujuan dalam proses pelaksanaan kegiatan pembelajaran. |
|
Aksi : Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk
menghadapi tantangan tersebut/strategi apa yang digunakan/bagaimana
prosesnya, siapa saja yang terlibat /Apa saja sumber daya atau materi yang
diperlukan untuk melaksanakan strategi ini |
Langkah-langkah yang dilakukan sebagai guru dalam menyelesaikan tantangan yang dihadapi yaitu dengan cara: 1. Menjalin komunikasi yang baik dengan
siswa, memotivasi siswa untuk
lebih giat belajar, dan meningkatkan budaya literasi 2. Meningkatkan motivasi siswa adalah dengan merancang pembelajaran yang
berpusat pada peserta didik. Disini guru mengembangkan modul ajar dengan
kegiatan yang berpusat pada peserta didik. 3. Proses pengembangan modul
ajar yang berpusat peserta didik, guru menentukan
kegiatan apa saja yang akan dilakukan dalam pembelajaran untuk membuat peserta didik lebih
aktif dalam proses pembelajaran. 4. Meningkatkan pemahaman siswa
dengan cara memperdalam
materi yang dirasa sulit oleh siswa. 5. Menggunakan metode pembelajaran yang tepat sehingga pembelajaran
terpusat pada siswa dan terjalin komunikasi yang baik antara guru dan siswa.
Melalui diskusi kelompok dapat melatih kecakapan berfikir, komunikasi, debat,
kepemimpinan, dan kompromi, sehingga siswa lebih aktif dalam pembelajaran di kelas. 6. Pemilihan model dan media pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan
karakteristik materi pelajaran dan karateristik siswa, serta menumbuhkan
motivasi belajar siswa melalui
proses pembelajaran yang menyenangkan.
Strategi yang digunakan meliputi: a.
Menggunakan model yang tepat
yaitu PBL (Problem Based Learning) pada pertemuan pertama dan menggunakan
PjBL (Project Based Learning) pada pertemuan kedua agar peserta didik aktif
menyelesaikan permasalahan yang disajikan
guru. b.
Berbasis TPACK, penggunaan
perangkat elektronic seperti LCD proyektor, perangkat HP untuk mencari sumber
belajar tambahan dan komunikasi pembelajaran antar siswa dan guru. c.
Student Oriented, pembelajaran
berpusat pada peserta didik d.
Guru memahami karakter peserta didik. |
|
|
Bagaimana prosesnya a. Mempersiapkan modul ajar b. ajar yang telah disusun
sebelumnya. c. Mempersiapkan bahan ajar sesuai materi yang akan diberikan, saya juga
membuat video pembelajaran untuk memberikan contoh kepada peserta didik sehingga dapat meningkatkan minat
belajar peserta didik d. Mempersiapkan slide presentasi dari
Canva. e. Mempersiapkan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) untuk mengukur
ketercapaian belajar peserta didik f.
Mempersiapkan instrumen penilaian g. Menggunakan model pembelajaran PBL
(Problem Based Learning) dan PjBL (Project Based Learning) h. Menggunakan media LCD Proyektor dalam pembelajaran
Pihak-pihak
yang terlibat meliputi: a. Kepala Sekolah b. Guru/teman sejawat c. Peserta Didik
Sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi
ini meliputi: a.
Laptop untuk sumber penayangan materi b. Jaringan internet untuk fasilitas
akses c. Smartphone d. LCD Proyektor sebagai alat penayangan materi e.
Jaringan listrik f.
Media dan alat musik untuk demonstrasi menyanyi lagu daerah g. Perangkat kamera untuk pengambilan
video h. Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) i.
Ruang kelas dan kelengkapannya j.
Materi pembelajaran |
|
Refleksi
Hasil dan dampak Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah
yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif? Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait
dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau
ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa |
Bagaimana
dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya
efektif? Atau tidak efektif? a.
Guru lebih terarah dalam
penyampaian materi serta mudah dalam mengontrol pembelajaran. b. Guru menjadi terbiasa dalam mengoptimalkan penerapan model
pembelajaran inovatif PBL, PjBL dan TPACK. c. Peserta didik lebih aktif selama proses pembelajaran. |
|
pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut |
d. Peserta didik lebih antusias terlihat dari kegiatan praktik berkarya,
diskusi kelompok, dan aktif presentasi. e. Kemampuan dalam berkomunikasi lebih meningkat terlihat saat diskusi
kelompok, bertanya, dan presentasi. f. Kemampuan dalam berkolaborasi terlihat saat menyelesaikan LKPD serta
menyelesaikan dengan penuh tanggungjawab. g. Hasil belajar peserta didik meningkat.
Respon orang lain terkait dengan strategi yang saya lakukan meliputi: Respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran ini adalah siswa sangat senang dan bersemangat, bisa dilihat pada refleksi akhir pembelajaran, siswa memberikan refleksi bahwa pembelajaran sangat menyenangkan. Metode diskusi meningkatkan semangat belajar dan siswa mampu berbagi ide/pendapat, hal tersebut membuat siswa mudah memahami materi dan menyelesaikan lembar kerja yang diberikan. Faktor keberhasilan pembelajaran ini sangat ditentukan dari penguasaan guru terhadap materi ajar, media, metode, model pembelajaran, dan langkah-langkah pada rencana pelaksanaan pembelajaran yang sudah dibuat. Pembelajaran yang bisa diambil dari proses dan kegiatan yang sudah dilakukan adalah guru harus lebih kreatif dan inovatif dalam memilih media, metode, model pembelajaran sehingga siswa lebih termotivasi untuk belajar dan mendapatkan hasil sesuai dengan tujuan pembelajaran. |
Comments
Post a Comment