EFEKTIVITAS MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS CANVA UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS

 

BEST PRACTICE

 EFEKTIVITAS MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS CANVA UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DALAM LAYANAN BK DI SEKOLAH

PADA SISWA KELAS VIII SMP KESATRIAN 1 SEMARANG

 

Oleh

Nur Oktaviani, S.Pd.

Guru Bimbingan dan Konseling

ABSTRAK

 

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana peserta didik memanfaatkan media pembelajaran berbasis canva untuk meningkatkan kreativitas siswa. Penelitian yang dilakukan oleh Guru BK dan siswa dalam memanfaatkan media pembelajaran berbasis canva juga merupakan bagian dari layanan bimbingan dan konseling sehingga penelitian ini ingin melihat implikasi dari kegiatan tersebut dalam layanan bimbingan dan konseling. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif karena penelitian ini terfokus pada pemanfaatan media pembelajaran berbasis canva di SMP Kesatrian 1 Semarang. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah kuesioner, wawancara, observasi serta tes dan penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40% siswa menilai Sangat Baik, sementara 60% siswa menilai Baik untuk Media Pembelajaran Berbasis Canva yang digunakan pada pemberian layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah.

Kata Kunci: Layanan Bimbingan dan Konseling, Media Pembelajaran Canva, Kreativitas Siswa.

ABSTRACT

This research aims to see how students use Canva-based learning media to increase student creativity. Research conducted by guidance and counseling teachers and students in utilizing Canva-based learning media is also part of guidance and counseling services so this research wants to see the implications of these activities in guidance and counseling services. The research method used is descriptive qualitative because this research focuses on the use of Canva-based learning media at Kesatrian 1 Middle School Semarang. The data collection methods used were questionnaires, interviews, observations as well as tests and assessments. The research results showed that 40% of students rated Very Good, while 60% of students rated Good for Canva-Based Learning Media used in providing Guidance and Counseling services in schools.

Keywords: Guidance and Counseling Services, Canva Learning Media, Student Creativity 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang semakin pesat saat ini membawa dukungan positif bagi dunia pendidikan dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling yang menarik bagi siswa. Pada proses layanan bimbingan dan konseling tentu bukan suatu hal yang mudah, banyak tantangan-tantangan yang harus dihadapi oleh guru bimbingan dan konseling baik dari faktor internal maupun faktor eksternal. Selain itu guru bimbingan dan konseling berhadapan juga dengan perbedaan karakteristik peserta didik saat ini. Perbedaan karakteristik peserta didik tersebut berhubungan dengan perkembangan teknologi yang sudah sangat canggih ketika mereka dilahirkan, oleh karena itu mereka sudah sangat terbiasa dengan teknologi. Mereka yang lahir pada saat teknologi sudah berkembang pesat kemudian disebut dengan digital native (Sulisworo, 2019), mereka lebih nyaman dan lebih cepat belajar secara digital atau maya. Tuntutan adaptasi terhadap karakteristik peserta didik tersebut yang sejalan dengan perkembangan teknologi dan informasi yang begitu cepat.

            Media pembelajaran adalah suatu alat yang sangat mendukung proses pemberian layanan BK di sekolah. Dalam proses belajar mengajar sangat penting bagi guru dan siswa mengenal tentang media pembelajaran agar terjadi belajar yang baik, aktif dan bermanfaat. Manfaat media pembelajaran bagi seorang guru adalah menciptakan penalaran bagi siswa, membantu siswa agar berfikir kreatif dan aktif. Manfaat media pembelajaran bagi siswa adalah mencoba untuk bekerja membuat sesuatu dari penalaran tersebut menjadi nyata, membuat karya yang kreatif dan menjadi siswa yang aktif. Pemberian layanan dalam BK terlaksana dengan optimal apabila didukung menggunakan media yang sesuai dengan kebutuhan sekolah. Demikian pula, media untuk layanan bimbingan dan konseling harus menggantikan utilitas pendukung sekolah seperti aplikasi media Canva. Canva adalah media aplikasi berbasis desktop dan mobile (seluler), sehingga sangat nyaman dan mudah digunakan. Canva merupakan aplikasi desain grafis yang dapat digunakan dalam membuat grafik, presentasi, poster, logo, dokumen, dan konten visual lainnya untuk media sosial. Peran media dalam menunjang efektivitas proses belajar mengajar sangatlah penting mengingat berkembangnya teknologi pendidikan. Penggunaan media pembelajaran membantu siswa menjadi lebih bersemangat dalam belajar dan menjadikan kegiatan akademiknya lebih menyenangkan. oleh karena itu, pendidik harus memanfaatkan teknologi tersebut secara maksimal guna menumbuhkan kreativitas siswa dan efektivitas proses pendidikan.

            Dalam penyajian informasi, dibutuhkan aspek kreativitas dengan tujuan agar informasi dapat lebih mudah untuk diterima oleh khalayak luas. Suryana (2003) berpendapat bahwa “Kreativitas adalah kemampuan untuk mengembangkan ide-ide dan cara baru dalam pemecahan masalah dalam menemukan peluang (thinking new thing)”. Para siswa dalam belajar dapat dikatakan kreativitas karena para siswa mampu dalam menggunakan dan menuangkan ide-ide yang sangat kreatif. (Sinaga et al, 2023). Contohnya kreativitas siswa dalam membuat bahan presentasi di kelas. Presentasi normalnya dilakukan dengan media teknologi proyektor serta desain yang ada dalam aplikasi microsoft power point. Namun seiring berkembangnya teknologi di era sekarang ini, pembuatan presentasi bisa dibuat dengan beberapa aplikasi, salah satunya adalah aplikasi canva yang sudah cukup populer di kalangan masyarakat.

            Kreativitas menurut Munandar (2009, p. 12) adalah kemampuan untuk menggabungkan informasi yang sudah ada menjadi variasi yang berbeda berdasarkan data dan informasi yang ada, yang menghasilkan banyak solusi yang berkualitas, akurat, dan beragam untuk suatu masalah. Dengan demikian, kreativitas adalah cara berpikir yang baru dan unik. Namun mengembangkan kreativitas bukanlah tugas yang sederhana. Oleh karena itu, diperlukan indikator untuk mengukur perkembangan kreativitas peserta didik. Adapun indikator kreativitas peserta didik menurut Munandar (2009, p. 70) mencakup unsur-unsur seperti Lancar (Fluency), Luwesan (Flexibility), Orisinal (Originality), dan Rinci (Elaboration). Dengan berlatih berpikir kreatif, maka peserta didik akan menemukan banyak inspirasi untuk melaksanakan, menciptakan, dan menghasilkan karya yang beragam. Salah satu dari beragam aplikasi yang hadir di era teknologi saat ini adalah Canva. Canva memiliki berbagai opsi desain yang menarik, yang dapat meningkatkan kemampuan kreatif guru maupun peserta didik. Selain itu, penggunaan Canva juga mempermudah proses pembuatan materi pembelajaran secara efisien dan praktis, bahkan tanpa harus menggunakan komputer, karena dapat diakses melalui perangkat gawai seperti ponsel.

                Seorang guru BK bisa memanfaatkan aplikasi Canva untuk media layanan bimbingan dan konseling. Guru BK dapat membuat presentasi yang dapat diunduh menjadi sebuah video pembelajaran yang menarik. Hasil unduhan video bisa dishare melalui online maupun offline.  Selain pembuatan media pembelajaran yang menarik, peserta didik juga dapat membuat poster yang nantinya bisa dibagikan melalui media sosial atau bahkan bisa dicetakkan ditempel dimading sekolah. Dengan adanya media yang menarik tentu saja peserta didik akan lebih tertarik untuk melihat dan membacanya. Secara tidak langsung materi yang disampaikan juga akan mudah dipahami oleh siswa.

BAB II

METODE PENELITIAN

A. PENGERTIAN METODE PENELITIAN

            Dalam metode penelitian terdapat dua istilah penting, yaitu metode dan penelitian. Menurut pendapat Suharsimi Arikunto (1990:34) “Metode adalah cara yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data.” Sedangkan menurut Afifudin dan Ahmad (2009: 41) “Penelitian adalah suatu kegiatan yang ditujukan untuk mengetahui seluk beluk sesuatu, dan biasanya muncul dan dilakukan karena ada suatu masalah yang memerlukan jawaban atau ingin membuktikan sesuatu.” Menurut Arikunto (2006: 160), “Metode Penelitian yaitu cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya”.  Dan diperjelas oleh Kartini Kartono (1990: 20) bahwa, metode penelitian adalah cara – cara berfikir dan berbuat yang dipersiapkan dengan baik untuk mengadakan penelitian dan untuk mencapai suatu tujuan penelitian.

            Peneliti akan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan metode kualitatif (qualitative research) menurut Sukmadinata (2011, hlm.60) merupakan suatu penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran orang secara individual maupun kelompok. Beberapa deskripsi digunakan untuk menemukan prinsip-prinsip dan penjelasan yang mengarah pada penyimpulan. Penelitian dengan pendekatan kualitatif mempunya dua tujuan utama. Pertama, menggambarkan dan mengungkap (to describe and to explore), dan kedua menggambarkan dan menjelaskan (to describe and explain). Kemudian metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.

            Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2024 dengan subyek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VIII SMP Kesatrian 1 Semarang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yakni menggunakan kuesioner, wawancara, observasi serta tes dan penilaian. Untuk kuesioner diperoleh data dari hasil persepsi siswa terhadap bahan ajar berbasis Canva, kemudian wawancara dilakukan kepada siswa untuk mendapatkan wawasan yang lebih mendalam tentang pengalaman mereka menggunakan aplikasi Canva serta lembar observasi terhadap siswa yang akan diisi oleh observer, dan yang terakhir menggunakan tes dan penilaian untuk mengukur pencapaian tujuan dalam pembelajaran tersebut menggunakan bahan ajar berbasis Canva.

  

C. HASIL DAN PEMBAHASAN

Berikut adalah kuesioner dalam bentuk tabel lembar observasi cek list yang dapat digunakan dalam penelitian "Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Media Canva dalam Pemberian Layanan BK” dalam bentuk google form.

Kuesioner Evaluasi Bahan Ajar Berbasis Canva

Bagian A: Informasi Responden

No.

Pertanyaan

Jawaban

1

Nama

[Tuliskan Nama]

2

Kelas

[Tuliskan Kelas]

 

Bagian B: Evaluasi Bahan Ajar

No

Pernyataan

Sangat Setuju

Setuju

Netral

Tidak Setuju

Sangat Tidak Setuju

1

Bahan ajar berbasis Canva mudah dipahami.

 

ü

 

 

 

2

Materi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan saya.

 

ü

 

 

 

3

Desain visual bahan ajar menarik dan membantu pemahaman saya.

ü

 

 

 

 

4

Penggunaan Canva dalam bahan ajar meningkatkan minat belajar dan kreativitas saya.

 

ü

 

 

 

5

Instruksi yang diberikan dalam bahan ajar, jelas dan mudah diikuti.

 

ü

 

 

 

6

Materi yang disampaikan dalam bahan ajar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

ü

 

 

 

7

Saya merasa lebih percaya diri setelah menggunakan bahan ajar Canva ini.

 

ü

 

 

 

8

Bahan ajar Canva ini membantu saya memahami topik-topik layanan klasikal BK.

ü

 

 

 

 

9

Media Canva yang digunakan dalam bahan ajar ini berfungsi dengan baik.

ü

 

 

 

 

10

Secara keseluruhan, saya puas dengan bahan ajar Canva ini.

 

ü

 

 

 

 

Bagian C: Saran dan Masukan

No

Pertanyaan

Jawaban

1.

Apa yang Anda sukai dari bahan ajar berbasis Canva ini?

Dikarenakan berbasis digital, jadi tidak membosankan, dapat membuat poster / dokumen dengan mudah, meningkatkan kreativitas, memiliki banyak template gambar dan desain yang menarik untuk dipraktekkan.

2.

Apa yang menurut Anda perlu diperbaiki dari bahan ajar berbasis Canva ini?

Menghilangkan jenis Canva Pro, agar siswa dapat menggunakan semua template desain dan fitur di dalam Canva dengan gratis tanpa harus membayar.

3.

Apakah ada saran lain untuk pengembangan bahan ajar berbasis Canva?

Menyediakan lebih banyak template agar menarik minat siswa dalam proses pembelajaran, Tidak membatasi ide dengan design yang pro / berbayar

 

Hasil Evaluasi Bahan Ajar oleh Siswa

Untuk memberikan detail hasil evaluasi bahan ajar yang telah diisi oleh siswa, kita akan menggunakan kuesioner yang telah diisi oleh 30 siswa. Setiap siswa memberikan penilaian terhadap 10 aspek bahan ajar dengan menggunakan Skala Likert 5 poin (1 = Sangat Tidak Setuju, 2 = Tidak Setuju, 3 = Netral, 4 = Setuju, 5 = Sangat Setuju). Berdasarkan hasil kuesioner

Jumlah: B (Baik)                     = 18                            

             SB (Sangat Baik)        = 12

Prosentase:

B   =

SB =

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40% siswa menilai Sangat Baik, sementara 60% siswa menilai Baik untuk Media Pembelajaran Berbasis Canva yang digunakan pada pemberian layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan kepada siswa kelas VIII bahwa sebagian besar siswa mengetahui tentang aplikasi canva adalah sebuah aplikasi desain yang dapat digunakan untuk mengedit foto, membuat hiasan foto, membuat poster, membuat materi di powerpoint, serta membuat bentuk animasi. Siswa sering menggunakan aplikasi canva tersebut untuk membantu membuat tugas sekolah. Siswa ternyata lebih menyukai dalam pemberian layanan BK di sekola, guru BK dapat menggunakan dan memanfaatkan aplikasi berbasis canva, karena mudah dipahami materi yang disampaikan, template dan desainnya bervariasi, tidak membosankan, sehingga siswa menjadi tertarik mengikuti layanan BK di sekolah. Siswa juga diketahui lebih tertarik menggunakan aplikasi Canva tersebut daripada menggunakan powerpoint, dikarenakan aplikasi canva sudah tersedia lengkap fitur dan template desain yang bervariasi, sehingga siswa dapat dengan kreatif membuat media apapun.

 

LEMBAR OBSERVASI PENGGUNAAN BAHAN AJAR BERBASIS CANVA

Jawablah item pernyataan dibawah ini dengan menggunakan simbol (ü) cek list pada kolom YA / TIDAK di bawah ini!

NO

ASPEK YANG DIAMATI

YA

TIDAK

1.

Siswa terlihat antusias saat menggunakan bahan ajar berbasis Canva.

ü

 

2.

Siswa dapat mengikuti instruksi dalam bahan ajar dengan baik.

ü

 

3.

Siswa berpartisipasi aktif selama sesi layanan BK klasikal di kelas.

ü

 

4.

Siswa dapat menyelesaikan tugas atau latihan yang diberikan oleh guru BK.

ü

 

5.

Tidak ada masalah teknis yang signifikan dengan penggunaan Canva.

ü

 

6.

Siswa meminta bantuan minimal dalam menggunakan bahan ajar berbasis Canva.

ü

 

7.

Guru BK dapat mengelola sesi dengan lancar menggunakan bahan ajar aplikasi Canva ini.

ü

 

8.

Siswa memberikan umpan balik positif mengenai bahan ajar aplikasi Canva ini.

ü

 

                                                 

Dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi ini, peneliti dapat mengumpulkan data yang diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas bahan ajar berbasis Canva dalam pemberian layanan BK, serta mendapatkan wawasan untuk perbaikan lebih lanjut terkait bahan ajar berbasis Canva ini.

Berikut adalah daftar ceklist validasi bahan ajar yang akan diisi oleh ahli materi dan ahli media/desain secara terpisah:

Daftar Ceklis Validasi di oleh Ahli Materi

No

Aspek Yang Dinilai

Kriteria Penilaian

YA

TIDAK

1.

Desain visual dan estetika

Desain menarik dan estetis

1

0

2.

Keterbatasan teks

Teks mudah dibaca (ukuran, jenis, font, warna)

1

0

3.

Kualitas gambar dan ilustrasi

Gambar dan ilustrasi berkualitas tinggi

0

1

4.

Konsistensi tata letak

Tata letak konsisten di seluruh bahan ajar

1

0

5.

Penggunaan warna

Penggunaan warna efektif dan tidak berlebihan

1

0

6.

Kesesuaian antara media dan materi pembelajaran

Media mendukung dan memperjelas materi layanan BK

1

0

7.

Interaktivitas bahan ajar

Media interaktif (jika ada) berfungsi dengan baik

0

1

8.

Kejelasan navigasi dan instruksi penggunaan

Navigasi mudah dipahami dan diikuti

1

0

10.

Kesesuaian media dengan target audiens (siswa)

Media sesuai dengan karakteristik siswa

1

0

11.

Keefektifan penggunaan Canva sebagai alat desain

Canva digunakan secara efektif untuk membuat media

1

0

12.

Keseluruhan kualitas desain dan media

Desain dan media berkualitas tinggi secara keseluruhan

1

0

 

 Data Validasi oleh Ahli Materi

No

Aspek yang Dinilai

Ya

Tidak

1.

Kesesuaian materi dengan kurikulum

1

0

2.

Kelengkapan dan kedalaman materi

1

0

3.

Keakuratan informasi dan data

1

0

4.

Kejelasan dan kebenaran konsep

1

0

5.

Relevansi contoh dan ilustrasi

0

1

6.

Kejelasan tujuan pembelajaran

1

0

7.

Keterkaitan materi dengan kehidupan sehari-hari

0

1

8.

Kesinambungan dan keteraturan penyajian materi

1

0

9.

Kecukupan latihan dan soal

1

0

10.

Kejelasan instruksi dan panduan untuk siswa

1

0

11.

Relevansi materi dengan tujuan layanan BK

1

0

 

Data Validasi oleh Ahli Media/Desain

No

Aspek yang Dinilai

Ya

Tidak

1.

Desain visual dan estetika

1

0

2.

Keterbacaan teks

1

0

3.

Kualitas gambar dan ilustrasi

0

1

4.

Konsistensi tata letak

1

0

5.

Penggunaan warna

1

0

6.

Kesesuaian antara media dan materi pembelajaran

1

0

7.

Interaktivitas bahan ajar

0

1

8.

Kejelasan navigasi dan instruksi penggunaan

1

0

9.

Kesesuaian media dengan target audiens

1

0

10.

Keefektifan penggunaan Canva sebagai alat desain

1

0

11.

Keseluruhan kualitas desain dan media

1

0

 

Statika deskriptif adalah metode – metode yang berkaitan dngan pengumpulan dan penyajian suatu data sehingga memberikan informasi yang berguna (Walpole, 1995). Statistic deskriptif berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberikan gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data sampe atau populasi.

Perhitungan Statistik Deskriptif

1.    Persentase Kesesuaian

Persentase kesesuaian untuk setiap aspek dinilai sebagai jumlah "Ya" dibagi dengan total aspek yang dinilai, dikalikan dengan 100%.

Ahli Materi

  • Total aspek dinilai: 11
  • Total "Ya": 9
  • Persentase kesesuaian: (9 / 11) * 100% = 81.82%

Ahli Media/Desain

  • Total aspek dinilai: 11
  • Total "Ya": 9
  • Persentase kesesuaian: (9 / 11) * 100% = 81.82%

Berdasarkan hasil perhitungan di atas:

·       Persentase kesesuaian bahan ajar berbasis Canva dari ahli materi dan ahli media/desain adalah 81.82%.

·       Rata-rata skor kesesuaian adalah 0.818 dari skala 1.

Dengan demikian, bahan ajar berbasis Canva menunjukkan kesesuaian yang cukup tinggi menurut penilaian ahli materi dan ahli media/desain. Adapun area-area yang mendapatkan skor "Tidak" dapat menjadi fokus perbaikan lebih lanjut. 

BAB IV

KESIMPULAN

 

            Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis Canva ini dapat meningkatkan kreativitas siswa kelas VIII SMP Kesatrian 1 Semarang dengan dibuktikan adanya hasil wawancara yang dilakukan oleh siswa kelas VIII SMP Kesatrian 1 Semarang bahwa sebagian besar siswa lebih tertarik dan kreatif dalam memanfaatkan bahan ajar berbasis aplikasi canva tersebut untuk membuat poster, membuat animasi dan membuat desain foto maupun video serta membuat materi di power point di canva tersebut. Siswa juga menyukai guru BK yang dapat memanfaatkan dan aplikasi canva tersebut dalam menyampaikan materi layanan BK di sekolah sehingga materi yang disampaikan mudah dipahami dan dimengerti oleh siswa dikarenakan template dan desain serta fiturnya juga menarik bagi siswa untuk menjadi tertarik diikuti oleh siswa. Sedangkan berdasarkan hasil angket lembar observasi penggunaan bahan ajar berbasis canva. Dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi ini, peneliti dapat mengumpulkan data yang diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas bahan ajar berbasis Canva dalam pemberian layanan BK, serta mendapatkan wawasan untuk perbaikan lebih lanjut terkait bahan ajar berbasis Canva ini. Kemudian hasil dari validasi yang diisi oleh ahli materi dan ahli media/desain. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, maka persentase kesesuaian bahan ajar berbasis Canva dari ahli materi dan ahli media/desain adalah 81,82%. Bahan ajar berbasis Canva menunjukkan kesesuaian yang cukup tinggi menurut penilaian ahli materi dan ahli media/desain. Adapun area-area yang mendapatkan skor "Tidak" dapat menjadi fokus perbaikan lebih lanjut. Sedangkan berdasarkan dari hasil Evaluasi Bahan Ajar berbasis Canva yang telah diisi oleh 30 siswa kelas VIII SMP Kesatrian 1 Semarang dengan menggunakan Skala Likert 5 poin (1 = Sangat Tidak Setuju, 2 = Tidak Setuju, 3 = Netral, 4 = Setuju, 5 = Sangat Setuju). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40% siswa menilai Sangat Baik, sementara 60% siswa menilai Baik untuk Media Pembelajaran Berbasis Canva yang digunakan pada pemberian layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah. Melalui media berbasis canva ini, peserta didik juga termotivasi dalam mengikuti layanan BK di sekolah sehingga dapat menumbuhkan semangat dan kreativitas peserta didik dalam belajar, sehingga peserta didik tidak bosan atas materi yang disampaikan oleh pendidik. 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Adrian, Q. J., Putri, N. U., Jayadi, A., Sembiring, J.P., Sudana, I. W., Darmawan, O. A.., … & Ardiantoro, N. F. (2002). PENGENALAN APLIKASI CANVA KEPADA SISWA/SISWI SMKN 1 TANJUNG SARI, LAMPUNG SELATAN. Journal of Social and Technology for Community Service (JSSICS), 3(2), 187-191.

Ahmad Ruslan, Sugiono, Andi, Oky Firlana, dan Gery Erlangga APLIKASI CANVA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH DI ABAD 21 REFLEKSI EDUKATIKA: Jurnal Ilmiah Kependidikan, Volume 13, Nomor 2, Juni 2023, hlm. 182-191.

Asan, A. (2003). Computer Technology Awareness by Elementary School Teachers: A Case Study from Turkey. Journal of Information Technology Education Research, 2(1), 153–164. https://doi.org/https://doi.org/10.28945/31 9.

Ardianti, S., Sulisworo, D., Pramudya, Y. (2019) Efektivitas blended learning berbasis pendekatan stem education berbantuan schoology untuk meningkatkan critical thinking skill pada materi fluida dinamik.

Arditya Prayogi, R.  A.  (2023). SOSIALISAS PENGGUNAAN APLIKASI CANVA UNTUK MENUNJANG KREATIVITAS DALAM LITERASI INFORMASI TENAGA PERPUSTAKAAN UIN GUSDUR PEKALONGAN. Al-nizam: Indonesian Journal of Research and Community Service Volume 1, No.  2, Desember 2023, 2.

Garris Pelangi, “Pemanfaatan Aplikasi Canva Sebagai Media Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia Jenjang SMA/MA, “Jurnal Sasindo Unpam 8, no.2 (2020): 1-18.

Henderson. Kemendikbud (2014). Bimbingan dan Konseling Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.\

Karo-Karo, I. R., & Rohani. (2018). Manfaat Media dalam Pembelajaran. AXIOM: Jurnal Pendidikan Dan Matematika, 7(1).

Muhammad Sholeh, Rr. Yuliana Rachmawati, and Erma Susanti, “Penggunaan Aplikasi Canva Untuk Membuat Konten Gambar Pada Media Sosial Sebagai Upaya Mempromosikan Hasil Produk UKM, “Selaparang Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan 4, no.1 (November 2, 2020): 430 -436, accessed January 22, 2022.

Munandar, U. (2009). Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta: Rineka Cipta.

Purba Adelina, Y. & Harahap Amin. (2002). Pemanfaatan Aplikasi Cnva Sebagai Media Pembelajaran Matematika Di SMPN 1 NA IX-X Aek Kota Batu. Vol.6. (No.2). Hal.1325-1334.

Saman et al., “Pemanfaatan Aplikasi Canva Untuk Membuat Media Bimbingan dan Konseling Bagi MGBK Kabupaten Gowa.”

Sinaga, S. J., Sirait, M. L., Hutabarat, M. R., Harefa, H. J., Purba, H., Simorangkir, Y. E.,   &   Matondang, S.   B.   M.   (2023). SOSIALISASI   PELATIHANAN APLIKASI CANVA UNTUK MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL DAN KREATIVITAS BELAJAR PESERTA DIDIK DI SMK NEGERI 1 PANTAI LABU. KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara, 3(1), 34-43.

Sukmadinata, N.S. (2011). Metode penelitian pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

https://www.kompasiana.com/kartatimariya7550/65697326de948f4109609533/memanfaat-canva-sebagai-media-pembelajaran-interaktif  

https://www.kompasiana.com/anggi63327/638ca25f4addee5de64bd413/peningkatan-media-layanan-bimbingan-dan-konseling-melalui-aplikasi-canva 

 

 

 

 


Comments

Kunjungan

Flag Counter