KEPEMIMPINAN YANG TERINSPIRASI DARI PRINSIP OLAH RAGA PANAHAN
KEPEMIMPINAN YANG TERINSPIRASI
DARI PRINSIP OLAH RAGA PANAHAN

ABSTRAK
Mulyati, Ning. 2024. Menyongsong Kesuksesan : Kepemimpinan yang Terinspirasi dari
Prinsip Olahraga Panahan. Best Practice.
Best Practice ini dilatarbelakangi oleh pengamatan
penulis pada dunia olahraga panahan, terutama pada prinsip-prinsip yang harus
dikuasai oleh seorang pemanah agar menjadi atlet yang berprestasi. Selain itu
penulis juga mengamati prestasi sekolah yang dalam kurun waktu tiga tahun
terakhir belum ada peningkatan yang signifikan, bahkan justru mengalami
penurunan dalam penerimaan jumlah siswa. Mengkaitkan antara keduanya, penulis
mencoba menerapkan pola kepemimpinan yang terinspirasi dari prinsip-prinsip
dalam cabang olahraga panahan dalam bentuk laporan best practice. Meski
kepemimpinan kepala sekolah bukan sebagai satu-satunya faktor penentu
kesuksesan sebuah sekolah, namun kepala sekolah yang inovatif, bisa mengubah
iklim sekolah menjadi lebih baik. Tujuan dalam penulisan laporan best
practice ini adalah untuk menggali lebih dalam mengenai praktik baik kepala
sekolah di SMP Kesatrian 1 Semarang dalam meningkatkan prestasi sekolah serta
minat masyarakat terhadap pendidikan, dengan menggunakan prinsip-prinsip dalam
olah raga panahan sebagai panduan. Laporan best practice ini diharapakan
bermanfaat sebagai salah satu referensi tentang gaya kepemimpinan bagi
calon-calon pemimpin SMP Kesatrian 1 Semarang di masa depan. Harapannya dengan
gaya kepemimpinan yang baik , maka akan mampu megembalikan kesusksesan di SMP
Kesatrian 1 Semarang, yang salah satunya ditandai dengan perolehan siswa baru
yang selalu meningkat dari tahun ke tahun, prestasi akademik dan non akademik
yang terus meningkat, serta siap untuk merealisasikan SMP Kesatrian 1 Semarang
sebagai Sekolah Berstandar Nasional Plus. Prinsip-prinsip dalam olahraga
panahan antara lain konsentrasi tinggi,
fokus dan ketepatan, ketenangan dalam menghadapi tantangan, memperhatikan
detail hingga hal terkecil dan selalu siap untuk beradaptasi. Relevansi antara
prinsip dalam olahraga panahan dengan pola kepemimpinan antara lain memiliki
visi yang jelas,mengembangkan konsentrasi dan fokus, menjaga ketenangan dan
ketepatan dalam pengambilan keputusan, mendorong kolaborasi dan teamwork serta
adaptasi dan inovasi. Dengan menerapkan pola kepemimpinan yang terinspirasi
oleh prinsip dalam olahraga panahan, sekolah dapat meningkatkan jumlah siswa
dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Dari peningkatan reputasi
sekolah hingga penggunaan teknologi dan media sosial, pola kepemimpinan ini
menawarkan berbagai cara untuk menarik minat calon siswa dan orang tua. Dengan
fokus pada kualitas pengajaran, transparansi, dan program yang menarik, sekolah
dapat mencapai peningkatan yang signifikan dalam jumlah siswa yang mendaftar.
BAB
I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Kepemimpinan adalah sebuah konsep yang telah lama
diperdebatkan dan dianalisis dalam berbagai konteks, baik itu dalam bidang
bisnis, politik, maupun pendidikan. Bagi SMP Kesatrian 1 Semarang, kepemimpinan
yang kuat dan terarah sangatlah penting untuk menciptakan lingkungan belajar
yang optimal bagi siswa. Namun menciptakan pemimpin yang efektif tidaklah
mudah. Diperlukan pemahaman mendalam tentang prinsip-prinsip kepemimpinan yang
dapat menginpirasi dan membimbing para pemimipin muda untuk mencapai
kesuksesan.
Sebagai salah satu institusi pendidikan
yang berperan dalam membentuk karakter dan kepribadian siswa, SMP Kesatrian 1
Semarang memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak generasi muda yang
berkualitas dan mampu bersaing di era globalisasi saat ini. Untuk mencapai
tujuan tersebut, peran seorang pemimpin yang visioner, inspiratif, dan mampu
memberikan contoh teladan, sangatlah krusial. Kepemimpinan di sekolah tidak
hanya terbatas pada kepala sekolah saja, namun juga mencakup peran guru-guru,
staf administrasi, dan bahkan siswa-siswa yang memegang peran kepemimpinan di
lingkungan sekolah.
Sebuah sekolah, khususnya SMP
Kesatrian 1 Semarang, adalah tempat di mana benih-benih masa depan ditanam dan
dipelihara. Agar benih-benih ini dapat tumbuh optimal menjadi generasi yang
gemilang, diperlukan pemimpin yang mampu memimpin dengan bijaksana, dan
menginpirasi seluruh komunitas sekolah. Di tengah dinamika pendidikan modern,
peran seorang kepala sekolah bukan hanya tentang administrasi dan manajemen,
tetapi juga tentang membimbing, mendorong, dan menggerakkan sekolah menuju
keunggulan, sejalan dengan rencana Yayasan Pendidikan Kesatrian 67 Semarang,
untuk menjadikan SMP Kesatrain 1
Semarang sebagai Sekolah Berstandar Nasional Plus.
Dalam setiap perjalanan menuju kesuksesan,terdapat
beragam elemen yang menjadi fondasi bagi pencapaian tujuan yang diinginkan.
Begitu pula dalam dunia pendidikan, peran seorang pemimpin sangatlah vital
untuk membawa institusi sekolah menuju
ke arah kemajuan yang diharapkan.
Kepala sekolah di lingkungan Yayasan
Pendidikan Kesatrian 67 Semarang, mekanisme pemilihannya adalah berdasarkan
penilaian kinerja dan prestasi yang dilakukan oleh kepala sekolah sebelumnya,
kemudian diajukan ke Dinas Pendidikan. Tahap berikutnya, pihak Dinas Pendidikan
akan mengikutsertakan calon kepala sekolah untuk mengikuti pendidikan dan
pelatihan di balai Besar Penjamin Mutu Pendidikan (BBMP) provinsi Jawa Tengah ,
guna meningkatkan kompetensi dan mendapatakan Nomor Register Kepala Sekolah
(NRKS). Kepala sekolah memiliki masa kerja 4 tahun untuk satu periode dan bisa
diperpanjang sampai dua periode jika berprestasi dan memenuhi syarat lainnya.
Berdasarkan pengamatan penulis, dalam
kurun waktu tiga tahun terakhir, SMP Kesatrian 1 Semarang mengalami penurunan
jumlah siswa yang mendaftar dan diterima, cukup signifikan, meski hal ini bukan
dipengaruhi secara langsung oleh kepemimpinan kepala sekolahnya, namun ini
merupakan isu yang menjadi perhatian utama bagi SMP Kesatrian 1 Semarang. Hal
ini tidak hanya berdampak pada keuangan sekolah, tetapi juga pada reputasi dan
daya saing SMP Kesatrian 1 Semarang di tingkat lokal maupun regional. Oleh
karena itu, penting untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang mungkin menjadi
penyebab penurunan ini agar dapat diatasi dengan tepat.
B. IDENTIFIKASI MASALAH
Berangkat dari latar belakang di atas,
penulis mencoba mengidenfitikasi masalah-masalah yang mungkin menjadi penyebab
penurunan perolehan siswa baru pada PPDB tiga tahun terakhir di SMP Kesatrian 1
Semarang. Berikut ini adalah beberapa factor yang mungkin jadi penyebab
turunnya jumlah siswa lam kurun waktu 3 tahun terakhir:
1. Pengelolaan Citra dan Branding Sekolah.
Salah satu faktor yang mungkin menjadi
penyebab penurunan perolehan siswa baru adalah kurangnya pengelolaan citra dan
branding sekolah secara efektif. Citra sekolah yang kurang menarik atau kurang
dikenal di masyarakat dapat mengurangi minat calon siswa untuk mendaftar di SMP
Kesatrian 1 Semarang. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya promosi dan
pemasaran yang dilakukan oleh sekolah, serta kurangnya upaya untuk memperkuat
identitas dan citra sekolah di mata masyarakat.
Bisa jadi sekolah sudah melakukan berbagai jenis promosi, namun belum
efektif dan belum tepat sasaran.
2. Kualitas Pendidikan dan Prestasi
Akademik.
Penurunan jumlah siswa baru juga bisa menjadi indikasi adanya masalah dalam kualitas pendidikan dan prestasi akademik SMP Kesatrian 1 Semarang. Jika sekolah tidak mampu memberikan pendidikan yang berkualitas dan tidak mampu menghasilkan prestasi akademik yang membanggakan, maka orang tua calon siswa mungkin akan memilih untuk mendaftar di sekolah lain yang dianggap lebih unggul dalam hal ini.
3. Kurangnya Program dan Fasilitas
Ekstrakurikuler yang Menarik.
Program dan fasilitas ekstrakurikuler
yang menarik juga dapat menjadi faktor penentu bagi calon siswa dalam memilih
sekolah. Jika SMP Kesatrian 1 Semarang tidak memiliki program ekstrakurikuler
yang beragam dan menarik minat siswa, maka hali ini dapat menjadi alasan bagi
calon siswa untuk memilih sekolah lain
yang menawarkan lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan minat dan bakat
mereka di luar akademik.
4. Kurangnya Kepemimpinan yang
Terinspirasi
Kepemimpinan yang kuat dan inspiratif
sangatlah penting dalam mengarahkan visi dan misi sekolah serta memotivasi
seluruh stakeholder, termasuk guru, staf, siswa, dan orang tua, untuk bekerja
menuju pencapaian tujuan bersama. Jika kepemimpinan di SMP Kesatrian 1 Semarang
dinilai kurang efektif atau kurang terinspirasi, hal ini dapat berdampak negatif
pada kinerja sekolah secara keseluruhan dan mengurangi minat calon siswa baru
untuk bergabung.
5. Ketidaksesuaian Antara Program Sekolah
dan Tuntutan Perkembangan Jaman.
Dalam era globalisasi dan perkembangan
teknologi yang pesat, ada kebutuhan untuk menyelaraskan program sekolah dengan
tuntutan perkembangan jaman yang terus berubah. Jika program SMP Kesatrian 1
Semarang dianggap tidak relevan atau tidak memadai dalam mempersiapkan siswa
untuk menghadapi tantangan perkembangan jaman, maka hal ini dapat menjadi
alasan bagi calon siswa dan orang tua untuk memilih sekolah lain yang
menawarkan program sekolah yang lebih sesuai dengan kebutuhan jaman.
Dengan memahami dan mengidentifikasi
akar permasalahan yang ada, sekolah dapat mengambil langkah-langkah strategis
yang tepat untuk meningkatkan daya tarik dan reputasi sekolah, serta
meningkatkan minat dan kepercayaan masyarakat untuk bergabung.
Dari
masalah-masalah yang diuraikan di atas dan berbekal sedikit pengetahuan tentang
olah raga panahan, serta prinsip-prinsip dalam olah raga panahan, penulis
merasa terinspirasi dengan prinsip- prinsip dalam cabang olah raga panahan, dan
mencoba menulis laporan Best Practice judul “Menyongsong
Kesuksesan : Kepemimpinan
yang Terinspirasi dari Prinsip Olahraga Panahan”
C. TUJUAN
Tujuan dalam penulisan laporan best
practice ini adalah untuk menggali lebih dalam mengenai praktik baik kepala
sekolah di SMP Kesatrian 1 Semarang dalam meningkatkan prestasi sekolah serta
minat masyarakat terhadap pendidikan, dengan menggunakan prinsip-prinsip dalam
olah raga panahan sebagai panduan. Melalui pembahasan yang mendalam, diharapkan
pembaca dapat memperoleh wawasan yang berharga mengenai bagaimana
prinsip-prinsip dalam olah raga panahan dapat diaplikasikan dalam konteks pendidikan,
serta dampak positifnya terhadap kesuksesan sekolah.
D. MANFAAT
Laporan best practice ini diharapakan bermanfaat sebagai salah satu referensi tentang gaya kepemimpinan bagi calon-calon pemimpin SMP Kesatrian 1 Semarang di masa depan. Harapannya dengan gaya kepemimpinan yang baik , maka akan mampu mengembalikan kesusksesan di SMP Kesatrian 1 Semarang, yang salah satunya ditandai dengan perolehan siswa baru yang selalu meningkat dari tahun ke tahun, prestasi akademik dan non akademik yang terus meningkat, serta siap untuk merealisasikan SMP Kesatrian 1 Semarang sebagai Sekolah Berstandar Nasional Plus.
BAB
II
LANDASAN
TEORI
A. KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH
Berdasarkan Peraturan Dirjen Guru dan
Tenaga Kependidikan Nomor 7327 tahun
2023 tentang Model Kompetensi Kepala Sekolah, seorang kepala sekolah harus
memiliki 3 kompetensi yaitu kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan
kompetensi profesional.
Kompetensi kepribadian yaitu kemampuan
kepala sekolah dalam menunjukkan kualitas diri melalui kematangan moral,emosi,
dan spiritual untuk berperilaku sesuai kode etik, pengembangan diri melalui
kebiasaan refleksi, dan memiliki orientasi berpusat pada peserta didik.
Kompetensi sosial yaitu, kemampuan
kepala sekolah untuk meberdayakan warga satuan pendidikan, berkolaborasi dengan
warga satuan pendidikan dan masyarakat, serta terlibat dalam organisasi profesi
dan jejaring yang lebih luas untuk peningkatan kualitas satuan pendidikan.
Kompetensi profesional yaitu kemampuan kepala sekolah untuk mengembangkan
visi dan budaya belajar satuan pendidikan, menerapkan kepemimpinan pembelajaran
yang berpusat pada peserta didik, serta mengelola sumber daya secara efektif,
transparan, dan akuntabel.
Masing-masing kompetensi memuat tiga
indikator kompetensi yang mengikuti urutan penomoran setiap kompetensi.
Selanjutnya, setiap indikator kompetensi terdiri atas beberapa sub indikator
yang mengacu pada penomoran setiap lingkup indikator kompetensi, sebagaimana
tercantum dalam table 1.
Tabel 1. Kompetensi, Indikator, dan
Sub Indikator Kompetensi
|
Kompetensi |
Indikator Kompetensi |
Sub Indikator Kompetensi |
|
|
1. Kepribadian |
1.1. Kematangan moral, emosi, dan spiritual dalam berperilaku sesuai
dengan kode etik. |
1.1.1. Makna, tujuan, dan pandangan hidup kepemimpinan satuan pendidikan berdasarkan
prinsip moral dan keyakinan
terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam memimpin satuan
pendidikan. |
|
|
|
|
1.1.2. Pengelolaan emosi
dalam menjalankan peran
sebagai kepala sekolah. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
1.1.3. Penerapan kode
etik dalam menjalankan tugas dan peran |
|
|
|
|
1.2.1. Refleksi dan perencanaan
kebutuhan pengembangan diri untuk peningkatan kepemimpinan satuan pendidikan yang berpusat pada
peserta didik. |
|
|
|
1.2. Pengem bangan
diri melalui kebiasaan refleksi. |
1.2.2. Cara adaptif melakukan pengembangan diri untuk meningkatkan kepemimpinan satuan pendidikan yang berpusat pada peserta didik. |
|
|
|
|
1.2.3. Penerapan hasil pengembangan diri yang berkelanjutan untuk perbaikan kualitas kepemimpinan
satuan pendidikan. |
|
|
|
1.3. Orientasi berpusat pada peserta didik. |
1.3.1. Empati terhadap peserta
didik dalam pengambilan keputusan. |
|
|
|
|
1.3.2. Respek terhadap hak peserta didik dalam menjalankan peran
sebagai kepala sekolah. |
|
|
|
|
1.3.3. Kepedulian terhadap keselamatan dan keamanan peserta didik
sebagai individu dan kelompok dalam
menjalankan peran sebagai kepala sekolah. |
|
|
2. Sosial |
2.1. Pemberday aan warga satuan pendidikan untuk meningkatk an
kualitas pembelajara n. |
2.1.1. Pemberdayaan guru dan
tenaga kependidikan untuk peningkatan
kualitas pembelajaran di satuan pendidikan . |
|
|
|
|
2.1.2. Pemberdayaan orang tua/wali untuk peningkatan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan. |
|
|
|
2.2.
Kolaborasi untuk peningkatan kualitas satuan pendidikan |
2.2.1. Komunikasi efektif dengan warga satuan pendidikan yang mengarah pada peningkatan kualitas satuan pendidikan. |
|
|
|
|
2.2.2. Pengorganisasian tugas-tugas bersama warga satuan
pendidikan untuk peningkatan kualitas satuan pendidikan. |
|
|
|
|
2.2.3. Inisiatif berkontribusi untuk mencapai tujuan
bersama dalam peningkatan kualitas satuan pendidikan. |
|
|
|
2.3.Keterlibatan dalam organisasi profesi
dan jejaring yang
lebih luas untuk peningkatan kualitas satuan pendidikan. |
2.3.1. Berpartisipasi aktif
dalam organisasi profesi dan jejaring yang lebih
luas untuk peningkatan kualitas kepemimpinan di satuan pendidikan. |
|
|
|
|
2.3.2. Berbagi praktik baik dan karya tentang kepemimpinan satuan pendidikan untuk peningkatan
kualitas satuan pendidikan yang
berpusat pada peserta
didik. |
|
|
|
3.1. Pengemba ngan visi dan budaya belajar satuan pendidikan |
3.1.1. Kepemimpinan satuan
pendidikan dalam mewujudkan visi yang berpusat pada peserta
didik dengan melibatkan
warga satuan pendidikan. |
|
|
3. Profesional |
|
3.1.2. Pengembangan kebiasaan
belajar sebagai cerminan visi satuan pendidikan yang berpusat pada peserta didik. |
|
|
|
|
3.1.3. Pengelolaan komunitas belajar dalam satuan pendidikan yang berbasis data dengan berorientasi pada peningkatan capaian belajar peserta didik. |
|
|
|
3.2. Kepemimpi nan pembelajar an yang berpusat pada peserta didik. |
3.2.1. Kepemimpinan pembelajaran dalam membudayakan lingkungan yang aman, nyaman, dan inklusif untuk
warga satuan pendidikan. |
|
|
|
|
3.2.2. Kepemimpinan pembelajaran dalam perencanaan, pelaksanaan, asesmen, dan pelaporan
capaian belajar peserta didik dengan memperhatikan karakteristik guru. |
|
|
|
3.3. Pengelolaa n sumber daya satuan
pendidikan secara efektif, transparan, dan akuntabel |
3.3.1. Penelusuran sumber daya satuan pendidikan yang berasal dari berbagai sumber untuk
perencanaan dan pelaksanaan program. |
|
|
|
|
3.3.2. Pengelolaan sumber daya satuan pendidikan secara efektif untuk peningkatan pembelajaran peserta didik. |
|
|
|
|
3.3.3. Pengelolaan sumber daya satuan pendidikan secara transparan dan akuntabel. |
|
B. PRINSIP-PRINSIP DALAM OLAH RAGA
PANAHAN.
Panahan merupakan
cabang olahraga yang menggunakan busur sebagai alat menembak anak panah yang
diarahkan pada sebuah target dengan jarak tertentu. Olahraga panahan merupakan
olahraga yang membutuhkan konsentrasi,
fokus, ketepatan, dan ketenangan dalam setiap tembakan Beberapa prinsip dasar
yang harus dimiliki oleh seorang pemanah yaitu :
1. Konsentrasi Tinggi
Seorang pemanah perlu memiliki
konsentrasi tinggi untuk mengarahkan panahnya dengan akurat ke sasaran. Sebelum
melesatkan anak panah ke papan sasaran, hal penting yang harus dilakukan oleh
seorang pemanah adalah memiliki ketenangan pikiran. Caranya adalah dengan
membiasakan diri untuk rileks dan menjaga pikiran.
2. Fokus dan Ketepatan
Dalam olahraga panahan, fokus dan
ketepatan sangat penting untuk mencapai hasil yang diinginkan. Fokus dan
ketepatan dapat dilatih dengan belajar mengendalikan napas. Dalam olahraga
panahan, bernapas bukan sekedar menghirup dan mengeluarkan udara seperti biasa.
Seorang atlet panahan harus tahu bagaimana mengendalikan napas karena sangat
menentukan tepat tidaknya anak panah mengenai sasaran.
3. Ketengan dalam Menghadapi Tantangan
Seorang pemanah perlu menjaga
ketenangan pikiran, bahkan dalam situasi yang menantang. Tenang adalah sebuah
keadaan pikiran, berarti siapapun bisa melakukannya, caranya dengan mengasahnya
lewat latihan, misalnya dengan meningkatkan ketenangan lewat kehidupan
sehari-hari, seperti fokus berpikir pada hal-hal yang penting saja, membuang
rasa takut atau kurang percaya diri.
4. Memperhatikan Detail Hingga yang Terkecil.
Seorang atlet panahan selalu dilatih
menyempurnakan fokus mereka dan mengurangi berbagai faktor yang bisa
berpengaruh pada menurunnya tingkat akurasi. Selain pengecekan alat dan detail
dari alat yang akan digunakan, ketelitian sangat menentukan keberhasilan
seorang pemanah untuk melesatkan anak panah mencapai target sasaran
5. Selalu Siap untuk Beradaptasi.
Dalam olahraga panahan, setiap hembusan dan kecepatan angin akan menentukan cara membidik sasaran. Untuk itu para atlet harus selalu siap dengan setiap perubahan tersebut, sekaligus mempersiapkan cara untuk menghadapinya.
BAB III
PEMBAHASAN
A. RELEVANSI PRINSIP DALAM OLAH RAGA
PANAHAN DENGAN SIKAP KEPEMIMPINAN.
Prinsip dalam
olahraga panahan tidak hanya berkaitan dengan teknik memanah, namun juga
memiliki relevansi yang mendalam dengan konsep kepemimpinan. Dalam olahraga
panahan, seorang pemanah harus memiliki fokus yang tinggi, konsentrasi yang
mendalam, kesabaran, ketepatan, dan keuletan untuk mencapai sasaran yang
dituju. Demikian pula dala kepemimpinan, seorang pemimpin harus mampu
mengarahkan visi, mempertahankan fokus, bersabar dalam menghadapi tantangan,
dan gigih dalam memcapai tujuan.
Salah satu hal
penting yang diperlukan untuk menjadi seorang pemimpin adalah memiliki tingkat
akurasi dan presisi yang tajam. Bukan hanya dalam mengambil keputusan,
kemampuan dalam menuntun tim menuju kesuksesan juga menjadi salah satu
pertimbangan bagi orang lain dalam memandang seorang pemimpin.
Bicara
mengenai ketajaman dalam akurasi dan presisi, ternyata atlet panahan juga
memiliki kemiripan. Hali ini dilakukan sebagai cara untuk meningkatkan skill
memanah mereka agar semakin tajam dan tepat sasaran.
Ketika
prinsip-prinsip dalam olahraga panahan diterapkan dalam konteks kepemimpinan pendidikan,
kita dapat melihat sejumlah keterkaitan yang signifikan. Seorang kepala sekolah
yang mempraktikkan prinsip-prinsip ini akan :
1. Memiliki Visi yang Jelas
Seperti
seorang pemanah yang mengarahkan anak panahnya ke sasaran dengan jelas, seorang
kepala sekolah yang efektif memiliki visi yang jelas tentang keberhasilan
sekolah dan arah yang ingin dicapai. Visi yang jelas merupakan pondasi yang kuat
bagi kepala sekolah untuk memotivasi, mengarahkan, dan mengispirasi staf, guru,
siswa, serta semua pemangku kepentingan sekolah.
Berikut adalah
beberapa penjelasan tentang mengapa kepala sekolah perlu memilki visi yang
jelas dalam konteks ini :
a. Mengarahkan Tujuan dan Prioritas.
Visi yang jelas membantu kepala sekolah untuk menetapkan tujuan jangka Panjang yang berarti bagi sekolah. Dalam prinsip olahraga panahan, atlet harus memiliki tujuan yang jelas tentang sasaran yang ingin dicapai. Demikian pula dengan visi yang jelas, kepala sekolah dapat menetapkan prioritas yang jelas dalam upaya untuk mencapai tujuan tersebut.
b. Memberikan Orientasi
Visi yang jelas memberikan arah yang
jelas bagi semua pemangku kepentingan di sekolah. Ini membantu menciptakan
konsistensi dan kejelasan dalam tindakan dan keputusan yang diambil di seluruh
sekolah. Misalnya, dalam olahraga panahan, setiap Gerakan memiliki tujuan yang
terkait dengan mencapai sasaran yang ditetapkan.
c. Menginspirasi dan Memotivasi.
Visi yang jelas mampu mengispirasi dan
memotivasi staf, guru dan siswa untuk bekerja menuju kesuksesan. Ketika semua
orang di sekolah memahami tujuan yang ingin dicapai dan merasa termotivasi
untuk mencapainaya, kinerja dan semangat kerja meningkat. Ini mirip dengan
bagaiman atlet terinspirasi oleh tujuan yang ingin mereka capai dalam olahraga
panahan.
d. Membangun Identitas Sekolah.
Visi yang jelas membantu membangun
identitas sekolah yang kuat. Ini membantu menciptakan budaya sekolah yang
kohesif, di mana semua warga sekolah merasa terlibat dan berkontribusi pada
pencapaian tujuan bersama. Dalam olahraga panahan, setiap tim memiliki identitas
yang unik yang terkait dengan tujuan dan nilai-nilai yang ingin dicapai.
e. Menyediakan Landasan untuk Perubahan
dan Inovasi.
Visi yang jelas memberikan landasan
yang kokoh untuk perubahan dan inovasi sekolah. Ketika semua orang memiliki
pemahaman yang mendalam tentang visi tersebut, mereka lebih mampu beradaptasi
dan berinovasi dalam mencapai tujuan tersebut. Ini penting karena lingkungan pendidikan
selalu berubah, dan kepala sekolah harus dapat mengarahkan sekolah melalui
perubahan tersebut dengan mempertahankan visi yang jelas.
2. Mengembangkan Konsentrasi dan Fokus
Antara Staf, Guru dan Siswa.
Seorang pemimpin yang mempraktikkan prinsip-prisip olahraga panahan dalam kepemimpinannya, akan membantu staf, guru dan siswa untuk mengembangkan konsentrasi dan fokus yang tinggi dalam mencapai tujuan pendidikan. Dengan menerapkan prinsip olahraga panahan, seorang kepala sekolah dapat membentuk lingkungan di sekolah yang didasarkan pada konsentrasi, fokus, pengembangan ketrampilan mental, pencapaian tujuan, dan ketangguhan dalam menghadapi rintangan. Ini akan membentu menciptakan budaya belajar yang positif dan produktif di antara staf, guru dan siswa.
Berikut
beberapa cara yang bisa diterapkan dalam mengembangkan konsentrasi dan focus
diantara staf, guru dan siswa:
a. Pentingnya Konsentrasi.
Panahan adalah olahraga yang
membutuhkan tingkat konsentrasi yang tinggi. Seorang pemanah harus fokus
sepenuhnya pada sasaran mereka, mengabaikan gangguan dan distraksi di
sekitarnya. Demikian pula seorang kepala sekolah yang mempraktikkan
prinsip-prinsip ini akan mengajarkan nilai-nilai konsentrasi kepada staf, guru
dan siswa. Mereka akan belajar untuk fokus pada tujuan mereka tanpa terpengaruh
oleh gangguan eksternal.
b. Pengembangan Ketrampilan Mental.
Panahan tidak hanya tentang kekuatan
fisik, tetapi juga tentang kekuatan mental. Seorang pemanah harus memiliki kontrol
yang baik atas pikiran dan emosi mereka untuk mencapai konsistensi dan
keunggulan dalam olahraga. Seorang kepala sekolah yang mengaplikasikan prinsip
ini ,akan mengajarkan staf, guru dan siswa untuk mengembangkan ketrampilan
mental yang diperlukan untuk menghadapi tantangan dan tekanan dalam lingkunagn pendidikan.
c. Pencapaian Tujuan dengan Fokus.
Dalam olahraga panahan, mencapai
target membutuhkan fokus yang tinggi. Seorang kepala sekolah yang
mengaplikasikan prinsip ini, akan mengajarkan pentingnya menetapkan tujuan yang
jelas dan bekerja menuju tujuan mereka dengan fokus yang tak tergoyahkan. Ini
akan membantu staf, guru dan siswa untuk bekerja dengan tekun menuju pencapaian
tujuan pendidikan mereka.
d. Mengatasi Rintangan dan Frustasi
Dalam olahraga panahan, seorang
pemanah harus belajar untuk mengatasi rintangan dan kegagalan dengan sikap yang
posisitf. Begitu juga seorang kepala sekolah yang menerapkan prinsip ini, akan
mengajarkan staf, guru dan siswa untuk melihat kegagalan sebagai peluang untuk
belajar dan tumbuh, bukan sebagai hambatan yang tidak dapat diatasi.
3. Menjaga Ketenangan dan Ketepatan dalam
Pengambilan Keputusan
Dalam menghadapi tantangan dan situasi yang kompleks, seorang kepala sekolah perlu menjaga ketenangan dan ketepatan dalam pengambilan keputusan, mirip dengan seorang pemanah yang mengambil tembakan dengan mantap dan tepat. Dalam setiap langkah yang diambil, kepala sekolah harus menunjukkan konsentrasi yang tinggi dan ketepatan dalam pengambilan keputusan, seperti seorang pemanah yang mengarahkan anak panahnya dengan presisi ke sasaran,. Keputusan yang diambil memiliki tujuan yang jelas dan dampak yang pisistif bagi sekolah. Dengan pendekatan yang bijaksana dan berdasarkan data, kepala sekolah harus mampu mengidentifikasi area-area yang memerlukan perbaikan dan mengambil tindakan yang tepat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah.
Dalam olahraga panahan, ketenangan sangat penting untuk mencapai hasil
terbaik. Seorang pemanah harus dapat mengendalikan emosinya, terutama saat
meenghadapai tekanan atau situasi yang menantang. Demikian pula seorang
pemimpin atau kepala sekolah perlu menjaga ketenangan dalam menghadapi berbagai
situasi di sekolah. Dengan tetap tenang, maka dapat berpikir secara jernih,
mengambil keputusan dengan bijaksana, dan membri contoh yang positif bagi
seluruh warga sekolah.
Ketepatan seorang pemanah dalam mencapai target dengan tepat sangatlah
penting bagi seorang pemanah. Beberapa faktor yang harus diperhatikan seperti
jarak, arah angin, kondisi cuaca, kelengkapan dan kondisi alat,sudah
dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk melepaskan anak panah. Begitu pula
seorang pemimpin atau kepala sekolah perlu membuat keputusan yang tepat dan
terukur, harus mempertimbangkan berbagai informasi dan masukan sebelum
mengambil langkah, agar keputusan yang diambil memberikan hasil yang positif
bagi sekolah dan warga sekolah.
Dengan menggabungkan prinsip ini, kepala sekolah akan menjadi pemimpin
yang efektif, mampu menghadapi berbagai tantangan dengan tenang, serta membuat
keputusan yang tepat dan berdampak positif bagi kemajuan sekolah dan seluruh
komunitas pendidikan.
4. Mendorong Kolaborasi dan Teamwork.
Salah satu aspek penting dalam prinsip olahraga panahan adalah kerja
tim. Bila timnya solid, maka peluang untuk memangkan pertandingan sangat besar.
Kolaborasi dan teamwork adalah elemen kunci dalam prinsip olahraga panahan yang
dapat diterapkan dalam kontekas pendidikan.
Kepala sekolah dapat menciptakan lingkungan kerja yang kolaboratif
dengan mendorong diskusi terbuka, pertukaran ide, dan kerja tim.
Seorang kepala sekolah juga harus bisa mndorong kolaborasi dan teamwork diantara staf,guru dan siswa, serta orang tua siswa untuk mencapai tujuan bersama. Melalui pembentukan hubungan yang kuat dan kemitraan yang erat dengan masyarakat, akan bisa menciptakan lingkungan belajar inklusif dan mendukung bagi semua warga sekolah.
5. Adaptasi dan Inovasi
Dalam olahraga panahan, seorang atlet harus mampu mengadaptasi diri
dengan cepat terhadap perubahan kondisi, serta mengembangkan teknik-teknik baru
untuk meningkatkan kinerja. Demikian pula seorang pemimpin atau kepala sekolah
harus bersikap responsive terhadap perubahaan dalam dunia pendidikan dan
masyarakat, serta terus mengembangkan inovasi untuk meningkatkan kualitas sekolah
yang dipimpinnya.
Dengan memanfaatkan teknologi dan metode pembelajaran terkini, kepala
sekolah harus bisa memastikan bahwa sekolah ini tetap relevan dan kompetitif dalam
era yang terus berkembang ini.
B. LANGKAH KONKRET DALAM MENGADOPSI
PRINSIP OLAHRAGA PANAHAN UNTUK KEMAJUAN SEKOLAH
Setelah memahami konsep dan prinsip-prinsip dalam olahraga panahan yang
dapat diadopsi dalam kepemimipinan sekolah, saatnya untuk mengidentifikasi
langkah-langkah konkret yang dapat diambil oleh kepala sekolah dan staf dalam
menerapkannya. Beberapa langkah nyata yang dapat dilakukan dalam mengadopsi
prinsip panahan bagi kemajuan sekolah adalah sebagai berikut:
1.
Pengembangan
Visi dan Strategi Jangka Panjang
Langkah pertama dalam mengadopsi prinsip olahraga panahan adalah
mengembangkan visi yang jelas dan strategi jangka panjang untuk mencapainya.
Kepala sekolah bekerja sama dengan
seluruh warga sekolah dan komite untuk merumuskan visi yang inspiratif dan
tujuan yang terukur. Setelah visi ditetapkan, strategi jangka panjang
dirancang dengan cermat, memperhitungkan tantangan dan peluang yang
dihadapi sekolah. Dalam hal ini, SMP Kesatrian 1 Semarang telah menuangkannya
dalam Rencana Kerja Jangka Menegah (RKJM) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT).
Visi, misi dan tujuan sekolah telah disusun secara jelas, dan proses
penyusunannya sudah melibatkan seluruh warga sekolah dan perwakilan orang tua
siswa, komite sekolah dan yayasan. Visi, misi dan tujuan sekolah dievaluasi
secara periodik, untuk memastikan bahwa visi, misi dan tujuan sekolah masih
relevan dengan tuntutan perkembangan jaman.
2.
Pelatihan
Konsentrasi dan Fokus
Konsentrasi dan fokus adalah ketrampilan penting dalam prinsip panahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kepala sekolah mengadakan pelatihan khusus untuk staf, guru dan siswa, tentang pentingnya konsentrasi mencapai tujuan akademis dan pengembangan diri. Teknik meditasi, mindfulness, atau latihan pernapasan, dapat diajarkan untuk membantu meningkatkan konsentrasi dan fokus.
3.
Peningkatan
Ketepatan dalam Pengambilan Keputusan.
Agar sekolah dapat berkembang secara optimal, penting bagi kepala
sekolah dan staf untuk mengambil keputusan yang tepat berdasarkan data. Analisis
data dan evaluasi terus menerus akan memebantu dalam pengambilan keputusan yang
lebih akurat. Kepala sekolah dapat mengorganisir pelatihan tentang pengambilan
keputusan yang efektif bagi staf sekolah, serta memfasilitasi diskusi kelompok
untuk memastikan keputusan yang diambil secara kolektif.
Hal yang sudah diterapkan di SMP Kesatrian 1 Semarang adalah dalam penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT), berdasarkan atas data
Evaluasi Diri Sekolah (EDS). EDS diperoleh dengan mengeksplor secara detail
capaian dari Rapor Pendidikan. Setelah mempelajari secara detail akar masalah
dan rekomendasi solusi , maka disusunlah program-program yang akan dituangkan
dalam RKT, sehingga harapannya program yang dilaksanakan akan tepat sasaran dan
berdampak pada kemajuan sekolah. Dalam prosesnya, kegiatan ini melibatkan
seluruh warga sekolah, perwakilan siswa dan orang tua siswa, komite sekolah dan
yayasan, sehingga keputusan yang diambil tepat dan berdasarkan data yang
akurat.
4.
Penanaman
Budaya Ketenangan dan Ketepatan.
Budaya ketenangan dan ketepatan dapat dibangun melalui pendekatan yang
bijaksana dalam menghadapi tantangan dan konflik. Kepala sekolah harus menjadi
contoh yang baik dalam menunjukkan ketenangan dalam menghadapi situasi sulit.
Program pembinaan karakter dan kegiatan pengembangan kepemimpinan dapat
membantu dalam penanaman nilai-nilai ini diantara staf, guru dan siswa.
Program pembinaan karakter yang telah diterapkan di SMP Kesatrian 1
Semarang meliputi karakter anti korupsi yang tersusun dalam program Sekolah Jujur Sekolah Saya (SJSS).
Hasil yang diharapkan dari program ini adalah terbangunnya ekosistem sekolah
antikorupsi, terbangunnya karakter siswa dimulai dari guru dan kepala sekolah
sebagai role model, tumbuhnya inisiatif sekolah melaksanakan kegiatan
yang menjadi laboratorium implementasi nilai-nilai antikorupsi, dan
menghidupkan kurikulum antikorupsi yang telah ditetapkan sekolah. Semua program
ini akan berhasil bila sudah tertanam budaya ketenangan dan ketepatan dalam
menghadapai tantangan.
5.
Mendorong
Kolaborasi dan Teamwork.
Kolaborasi dan teamwork adalah elemen kunci prinsip olahraga panahan
yang dapat diterapkan dalam kontekas pendidikan. Kepala sekolah dapat
menciptakan lingkungan kerja yang kolaboratif dengan mendorong diskusi terbuka,
pertukaran ide, dan kerja tim antar staf. Program pengembangan kerja tim dan
kegiatan ekstrakurikuler yang menekankan kerjasama dapat membantu kolaborasi di
sekolah.
Diskusi terbuka dan kolaborasi tim kerja yang sudah diterapkan di SMP
Kesatrian 1 Semarang, diantaranya kegiatan komunitas belajara “Sinbar Spekasa”
dan Refleksi Pembelajaran yang bertujuan sebagai wadah untuk berbagi praktik
baik demi meningkatnya kualitas pembelajaran. Pelaksanaan kegiatan Projek
Penguatan Profil Pelajar Pancasila juga merupakan aktualisasi tim kerja yang
solid diantara sesama guru maupun siswa.
6.
Promosi
Inovasi dan Adaptasi.
Untuk tetap relevan dan beradaptasi dengan perubahan, kepala sekolah
harus mendorong inovasi di semua kegiatan. Ini dapat dilakukakan dengan
memberikan dukungan kepada staf untuk mengembangkan ide-ide baru, mengadakan
lokakarya atau kompetisi inovasi, dan memberikan ruang bagi eksperimen dan
perubahan. Kepala sekolah juga harus memfasilitasi pembelajaran berkelanjutan
dan pengembangan profesional staf dan guru untuk memperkuat ketrampilan
adaptasi, utamanya dengan transformasi yang begitu cepat.
Kegiatan penulisan karya inovasi pembelajaran di SMP Kesatrian 1
Semarang merupakan langkah konkret yang ditempuh untuk meningkatkan inovasi
guru dalam pembelajaran dan beradaptasi dengan perubahan yang berjalan begitu
cepat, sehingga pelayanan pembelajaran selalu sesuai dengan tuntutan jaman.
Dengan menerapkan langkah-langkah ini, sekolah dapat mengadopsi
prinsip-prinsip panahan dalam kepemimpinannya dan mengarahkan upaya menuju
kesuksesan yang lebih besar. Praktik terbaik ini, jika diimplementasikan dengan
konsisten dan komprehensif, akan membantu sekolah untuk berkembang,
meningkatkan prestasi siswa, dan memperkuat hubungan dengan masyarakat.
C. HASIL YANG DIHARAPKAN DARI POLA
KEPEMIMPINAN INI
Berdasarkan data hasil penerimaan siswa baru, dalam kurun waktu tiga
tahun terakhir SMP Kesatrian 1 Semarang mengalami penurunan perolehan jumlah
siswa. Prestasi akademik dan non akademik juga belum ada peningkatan yang
signifikan. Hasil Rapor Pendidikan tahun 2023 juga belum semua indikator
capaiannya baik.
Kepala sekolah
mencoba menerapkan pola kepemimpinan yang terinspirasi dari prinsip-prinsip
dalam cabang olahraga panahan, yaitu pola kepemimpinan yang berfokus pada
ketepatan, disiplin, dan konsistensi, yang diharapakan akan memberikan
hasil seperti yang diuraikan di bawah
ini.
1. Peningkatan Reputasi dan Citra Sekolah.
Salah satu hasil utama yang diharapkan dari pola kepemimpinan yang
terinsiprasi oleh olahraga panahan adalah peningkatan reputasi sekolah. Prinsip
dalam panahan, seperti fokus dan ketepatan, mencerminkan kepemimpinan yang
tegas dan berbasis data. Dengan kepala sekolah yang memiliki visi jelas dan
strategi terukur, sekolah dapat meningkatnya citra positifnya di mata
masyarakat. Hal ini akan mendorong lebih banyak orang tua untuk
mempertimbangkan sekolah sebagai pilihan terbaik untuk pendidikan anak mereka,
sehingga berdampak pada peningkatan jumlah siswa yang mendaftar dalam PPDB.
2. Proses PPDB yang Efisien dan Transparan
Pola kepemimpinan yang terinsiprasi oleh prinsip dalam olahraga panahan
mengutamakan efisiensi dan transparansi. Ketika proses PPDB dikelola dengan
ketepatan dan keteraturan, orang tua calon siswa akan merasa lebih nyaman dan
percaya dengan sistem sekolah. Hasil yang diharapkan dari pola ini adalah
pengalaman PPDB yang lancar dan efisien, dengan alur yang jelas dan informasi
yang mudah diakses. Hal ini akan meningkatkan minat orang tua untuk
mendaftarkan anak mereka, karena mereka merasa prosesnya adil dan mudah
dipahami.
3. Fokus pada Pengembangan Kualitas
Pembelajaran.
Prinsip disiplin dalam olahraga panahan mengajarkan pentingnya
konsistensi dalam latihan dan peningkatan ketrampilan. Kepala sekolah yang
menerapkan pola kepemimpinan ini akan berfokus pada pengembangan kualitas
pengajaran dan kurikulum yang unggul. Hasil yang diharapkan adalah sekolah yang
memiliki standar pendidikan yang tinggi, yang pada gilirannya akan menarik
lebih banyak calon siswa.. Ketika orang tua mengetahui bahwa sekolah memiliki
kualitas pengajaran yang baik, mereka cenderung memilih sekolah tersebut untuk pendidikan
anak mereka.
4. Penggunaan teknologi dan Media Sosial.
Olahraga panahan mengajarkan pentingnya beradaptasi dengan perubahan dan menggunakan alat yang tepat untuk mencapai tujuan. Dalam konteks PPDB, pola kepemimpinan ini mendorong penggunaan teknologi dan media sosial untuk mempromosikan sekolah. Hasil yang diharapkan adalah kampanye promosi yang efektif, yang menarik perhatian calon siswa dan orang tua. Dengan penggunaan media sosial dan teknologi informasi secara tepat, sekolah dapat menjangkau audiens yang lebih luas, meningkatkan kesadaran tentang keunggulan sekolah, dan pada akhirnya meningkatkan penerimaan jumlah siswa dalam PPDB.
5. Membangun Hubungan dan Jaringan yang
Kuat.
Dalam panahan, kesuksesan seringkali bergantung pada dukungan dan kerja
tim. Pola kepemimpinan yang terinspirasi dari prinsip ini, akan mendorong
pembangunan hubungan yang kuat dengan komunitas dan jaringan yang luas. Kepala
sekolah yang memiliki ketrampilan dalam berkomunikasi dan berjejaring dapat
menarik lebih banyak dukungan dari alumni, orang tua, dan komunitas sekitar.
Hasil yang diharapkan adalah sekolah yang memiliki hubungan baik dengan
berbagai pihak, sehingga lebih banyak orang yang merekomendasikan sekolah
tersebut kepada calon siswa dan orang tua lainnya.
6. Program dan Kegiatan yang Menarik.
Kepemimpinan yang didasarkan pada prinsip dalam olahraga panahan juga
mendorong kreativitas dan inovasi. Dengan pola kepemimpinan ini, kepala sekolah
dapat merancang program dan kegiatan yang menarik bagi siswa, seperti klub
olahraga, seni, dan kegiatan ekstrakurikuler lainnya. Hasil yang diharapkan
adalah sekolah yang memiliki berbagai kegiatan yang menarik, yang dapat menarik
minat calon siswa. Ketika sekolah memiliki banyak pilihan kegiatan, orang tua
dan siswa akan lebih tertarik untuk bergabung, sehingga meningkatkan perolehan
jumlah siswa dalam PPDB.
Dengan menerapkan pola kepemimpinan yang terinspirasi oleh prinsip dalam olahraga panahan, sekolah dapat meningkatkan jumlah siswa dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Dari peningkatan reputasi sekolah hingga penggunaan teknologi dan media social, pola kepemimpinan ini menawarkan berbagai cara untuk menarik minat calon siswa dan orang tua. Dengan fokus pada kualitas pengajaran, transparansi, dan program yang menarik, sekolah dapat mencapai peningkatan yang signifikan dalam jumlah siswa yang mendaftar.
BAB IV
KESIMPULAN
DAN SARAN
A.
KESIMPULAN.
Dari uraian dalam pembahasan di atas dapat
disimpulkan bahwa untuk meningkatkan
kualitas sekolah, salah satunya adalah perlunya pemimpin atau kepala sekolah
yang cakap dalam memimpin sekolahnya. Salah satu alternatif yang bisa
diterapkan adalah pola kepemimpinan yang mengadopsi prinsip-prinsip dalam
cabang olahraga panahan.
Seorang kepala sekolah akan
mengembangkan visi yang jelas dan strategi jangka panjang dan memiliki tekad
yang kuat untuk mencapainya, konsentrasi dan fokus pada tujuan yang akan
dicapai, memiliki ketenangan dan ketepatan dalam pengambilan keputusan yang
selalu berbasis data, mendorong kolaborasi dan kerja tim, serta tak berhenti
dari berinovasi dan beradaptasi.
Dengan menerapkan pola kepemimpinan
ini, diharapakan kepala sekolah akan bisa meningkatkan reputasi dan citra sekolah,
menyelenggarakan proses penerimaan peserta didik baru yang efesien dan
transparan, fokus meningkatkan kualitas layanan pembelajaran, terampil
menggunakan teknologi dan media social secara tepat, membangun hubungan dan
jaringan yang kuat, serta menyelenggarakan program dan kegiatan yang menarik,
yang pada akhirnya akan meningkatkan kepercayaan masyarakat dan menjadikan
sekolah tersebut sebagai pilihan utama untuk anak-anaknya.
B.
SARAN
Dalam implikasinya menerapkan prinsip olahraga panahan dalam kepemimpinan tidaklah mudah, untuk itu diperlukan tekad yang kuat dan semangat yang tinggi, agar bisa mengatasi semua tantangan dan hambatan. Hasil yang diperoleh dalam sebuah kepemimpinan juga tidak bisa terlihat dalam waktu yang singkat, oleh karenanya perlu konsistensi dalam pelaksanaannya.
DAFTAR
PUSTAKA
Antoni Putra dkk. 2023. “Panduan
Operasional Model Kompetensi Kepala Sekolah”. Jakarta: Dirjen GTK
Kemdikbudristek.
Heru Prasetyo,dkk. 2023. “Latihan Mental
Bagi Atlet Panahan”.Yogyakarta. Fakultas Keolahragaan dan Kesehatan UNY.
Lela Foni Sulistyowati, M.Si dan
Herlina,Dr,S.E,M.Pd. 2020. “ Manajerial Kepala Sekolah”.Jakarta :
Direktorat Pendidikan Profesi dan pembinaan Guru dan tenaga Kependidikan
Kemdikbud RI.
Ramdan Pelana,Dr,S.Or,M.Or dan Nadya Dwi
Oktafiranda,S.Or,M.Pd. 2017. “Teknik Dasar Olahraga Panahan”. Depok:
Rajawali Pers.
Sasmarianto,Dr.S.Pd,M.Pd dan Muslimin,S.Pd.
2023. “Mengenal Olahraga Panahan”. 2023. Bandung: Widina Bhakti Persada.
^ Husnul, Abdi (2021-04-05). "8 Manfaat Olahraga
Panahan untuk Kesehatan, Anjuran Nabi Muhammad SAW". liputan6.com. Diakses
tanggal 2022-02-12.
Purwoko, Satria Aji (2021-07-12). "Olahraga Panahan:
Sejarah, Peralatan, dan Teknik Dasar • Hello Sehat". Hello Sehat. Diakses tanggal 2022-02-10.
^ Prasetyo, Yudik;
Nasrulloh, Ahmad; Komarudin (2018). "Identifikasi Bakat
Istimewa Panahan di Kabupaten Sleman". Jurnal Olahraga
Prestasi. 14 (2): 200. doi:10.21831/jorpres.v14i2.23830.
^ Hasmar, Wanti;
Sugiyanto; Riyadi, Slamet. Panduan Model Mental Skill
Training dalam Olahraga Panahan. Ponorogo: Uwais Inspirasi Indonesia.
hlm. 4. ISBN 978-623-227-078-7.
^ Lombard M (2020).
"The tip cross-sectional areas of poisoned bone arrowheads from southern
Africa". Journal of Archaeological Science: Reports. 33:
102477. Bibcode:2020JArSR..33j2477L. doi:10.1016/j.jasrep.2020.102477.
Comments
Post a Comment