MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI METODE STAR
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAMELALUI METODE STAR PADA SISWA KELAS IX SMP KESATRIAN 1 SEMARANG
![]() |
| LATIFAH SYAYIDAH, S.Pd. NIPY. 101.0567.55 |
Task.Kondisi yang menjadi latar belakang masalah atau permasalahan yang
menghambat terwujudnya pembelajaran muncullah sebuah tantangan. Apa saja
yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat.
4
Berdasarkan observasi studi literatur terdapat beberapa tantangan dalam
pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model problem based learning
dengan pendekatan saintifik.
Tantangan pembelajaran model pembelajaran berbasis masalah dengan tindakan
ini adalah:
1. Diperlukan persiapan yang lebih matang untuk menyiapkan materi, soal,
konsep, alat, dan media yang inovatif untuk memotivasi beragam siswa dalam
belajar.
2. Meningkatkan perhatian siswa terhadap pembelajaran dengan mencari
pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan kebutuhannya.
3. Penerapan perangkat pembelajaran inovatif pada implementasi rencana aksi
membutuhkan waktu yang cukup lama.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, guru melakukan tindakan berikut:
1. Guru melakukan beberapa persiapan antara lain mencetak perangkat berbasis
PJBL dan LKPD menggunakan fasilitas printer sekolah. Proyektor yang
mendukung media pembelajaran seperti video yang telah disiapkan. Siswa
dibagi dalam beberapa kelompok untuk mempersiapkan diri baik di grup WA
maupun sesaat sebelum melakukan tindakan. Siswa juga menyiapkan alat dan
bahan khususnya mikroorganisme Rhizopus Oryzae untuk tempe, dan
mikroorganisme Sacchoromyces cerevisiae untuk tape, bahan dasar seperti
ketela pohong, kedelai, dan beras ketan, baskom, daun pisang, pengaduk,
tampah, lidi, gula pasir.
2. Guru melaksanakan tes diagnostik kognitif untuk mengetahui pengetahuan
belajar awal siswa. Uji diagnostik ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan
pelaksanaan aksi.
3. Kegiatan pembelajaran berdasarkan model PJBL “Membuat Tempe dan Tape”
dilaksanakan secara berkelompok untuk menghemat waktu dan memberikan
kesempatan kepada seluruh siswa dalam melaksanakan proyek dengan
pendekatan saintifik.
Peserta: Guru IPA dan siswa kelas IX D
Action. Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan
tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, apa saja sumber daya
atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini?
Langkah–langkah yang dilakukan dalam aksi praktik baik ini menggunakan
Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dengan pembuatan tempe
dan tape melalui pendekatan saintifik pada bahan ajar Bioteknologi Kelas IX.
Strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan antara lain:
1. Berkaitan dengan pembelajaran
Untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik pada pembelajaran IPA bahan
ajar Bioteknologi maka pada aktivitas pembelajaran siswa diberikan pengalaman
belajar yang kontekstual berbasis proyek, berkaitan dengan kehidupan sehari- hari,
yang disajikan dalam LKPD dimana LKPD disusun sesuai sintak model PJBL
sehingga mendorong siswa berperan aktif melalui keterampilan saintifik.
2. Berkaitan dengan media ajar
Media edukasi slide presentasi dapat meningkatkan motivasi siswa dalam
pembelajaran IPA dengan memberikan kebebasan siswa mencari dan menemukan
konsep. Selain itu, penggunaan slide presentasi dan media animasi memungkinkan
siswa menyerap informasi lebih cepat, bereaksi lebih cepat, dan menghubungkan
teori dan aplikasi.
3. Berkaitan dengan model
Pembelajaran
Kelebihan pembelajaran berbasis proyek adalah model pembelajaran yang
digunakan dapat meningkatkan motivasi belajar karena siswa bekerja keras
menyelesaikan proyek dan terlibat dalam pembelajaran.
4. Berkaitan dengan penilaian
Dapat juga dilakukan dengan menyajikan soal-soal asesmen kognitif berupa soal
pre-test dan post-test untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Pertanyaanpertanyaan ini juga digunakan untuk memastikan pencapaian tujuan pembelajaran
dan menentukan area yang perlu ditingkatkan sebelum dan sesudah pelaksanaan
aksi. Dalam pembuatan soal, soal juga dilengkapi dengan kisi-kisi dan rubrik soal,
sehingga soal yang dirancang benar-benar selaras dengan tujuan pembelajaran.
Selain penilaian kognitif, guru juga melakukan penilaian sikap dan penilaian
kinerja/keterampilan.
Result. Bagaimana dampak dari aksi dari langkah-langkah yang dilakukan?
Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif? Mengapa? Bagaimana respon orang
lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan
atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari
keseluruhan proses tersebut.
Berdasarkan hasil refleksi belajar siswa yang diisi pada Google Form dapat
disimpulkan bahwa 100% siswa merasa puas dengan pendekatan saintifik model
project based learning dan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Selain itu,
aksi ini juga akan memberikan dampak positif terhadap keterampilan saintifik dan
kepercayaan diri siswa ketika menyampaikan ide dan pendapat kreatif di depan
siswa lain.
Salah satu faktor keberhasilan aksi ini adalah dengan menggunakan model
pembelajaran project based learning dengan pendekatan saintifik yang dapat
meningkatkan motivasi siswa. Hal ini juga tercermin dari hasil evaluasi post-test
siswa dengan rata-rata kelas 92 poin dan ketuntasan 100%, lebih baik dibandingkan
dengan pre-test dengan rata-rata kelas 61 poin dan ketuntasan 33%, dan penilaian
produk serta laporan siswa menunjukkan skor rata-rata. Nilai rata-rata kelas
mencapai 94 poin untuk produk dan 94 poin untuk laporan, nilai tertinggi untuk
produk dan laporan siswa adalah 100, dan nilai terendah untuk siswa adalah 83
dalam pembuatan produk serta 88 dalam pembuatan laporan. Berdasarkan hasil
tersebut, motivasi belajar perserta didik pada pembelajaran IPA dengan
menggunakan model Problem Based Learning melalui pendekatan saintifik, dapat
disimpulkan berhasil meningkat karena nilai yang diperoleh berada lebih bagus di
atas kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP).
Melihat beberapa uraian di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa jika model dan
strategi pembelajaran yang tepat dan memenuhi kebutuhan siswa, maka dapat
muncul proses pembelajaran yang inovatif.
Respon orang lain dengan pembelajaran yang dilaksanakan:
1) Rekan Guru
Menurut rekan guru yang mengetahui kegiatan pembelajaran ini, pembelajaran
terkesan seru dan menyenangkan. Siswa secara aktif menikmati pembelajaran,
7
bukan pembelajaran yang monoton. Penggunaan LKPD, media, serta bahan ajar
juga lengkap dan inovatif.
2) Siswa
Menurut siswa, ketika mereka merefleksikan pembelajarannya, mereka
menganggapnya menyenangkan dan mengasyikkan. Siswa memperoleh banyak
informasi baru berdasarkan pengalaman belajarnya sendiri, dan aktivitas yang
paling menyenangkan adalah kegiatan praktik membuat Tempe dan Tape bersama
teman-teman.
Faktor keberhasilan pembelajaran ditentukan oleh beberapa diantaranya, yaitu :
perangkat pembelajaran yang disusun secara rinci dan detail, pemilihan model
pembelajaran yang tepat, penggunaan bahan ajar yang konkrit, media pembelajaran
yang digunakan, serta kemampuan guru mengelola kelas berdasarkan karakteristik
siswa. Faktor ketidakberhasilan dapat dimungkinkan karena kurang cermat dalam
memahami karakter individu siswa pada saat pembelajaran, maupun ketidaktelitian
siswa pada saat mengerjakan soal evaluasi.
Rekomendasi :
Bagi rekan pendidik yang ingin melaksanakan pembelajaran IPA dengan model
Project Based Learning dengan pendekatan saintifik untuk meningkatkan motivasi
belajar peserta didik, beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya:
1) Guru harus mampu menguasai materi dan mengembangkan diri dalam
merancang LKPD, bahan ajar, dan media pembelajaran.
2) Guru harus mampu mengelola kelas dengan baik
3) Guru perlu memahami sintaks PJBL dengan baik
4) Guru perlu memahami karakteristik siswa

Comments
Post a Comment