Diseminasi Budaya Positif di SMP Kesatrian 1 Semarang
Diseminasi Budaya Positif di SMP Kesatrian 1 Semarang
Oleh : Ali Romadhon, M. Pd
CGP Angkatan
11 Kota Semarang
Pengetahuan adalah hal yang sangat penting bagi manusia.
Pengetahuan dapat diartikan sebagai pemahaman atau kesadaran tentang sesuatu,
baik itu berupa fakta, konsep, teori, atau keterampilan. Pengetahuan dapat
diperoleh melalui berbagai cara, seperti belajar, membaca, mengamati, atau
pengalaman.
Pengetahuan memiliki
berbagai peran penting dalam kehidupan manusia, antara lain membantu
manusia memahami dunia di sekitarnya. Pengetahuan memberikan pemahaman kepada
manusia tentang bagaimana dunia bekerja. Dengan pengetahuan, manusia dapat
memahami berbagai fenomena alam, sosial, dan budaya Pengetahuan dapat digunakan
untuk memecahkan masalah yang dihadapi manusia. Misalnya, dengan pengetahuan
tentang sains, manusia dapat menemukan solusi untuk mengatasi masalah
lingkungan.
Pada pertengahan Juni 2024, saya menerima panggilan untuk
mengikuti Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 11 setelah melalui proses seleksi
yang cukup lama dan melelahkan. Dalam program yang diselenggarakan kemdikbud
melalui Balai Besar Guru Penggerak, Calon Guru Penggerak akan belajar selama
enam bulan, rentang bulan Juni hingga Desember 2024. Sebuah rentang waktu yang
termasuk panjang.
Namun demikian tentunya banyak sekali ilmu pengetahuan dan
ketrampilan yang saya dapatkan. Pengalaman yang tak bisa didapatkan jika saya
tidak mendaftar sbagai Calon Guru Penggerak.
Selama pendidikan, kami mempelajari 3 modul yang dibagi
menjadi 10 submodul. Di akhir modul 1, pada submodul 1.4, calon guru penggerak
wajib melaksanakan aksi nyata dengan diseminasi modul 1.4 yaitu Budaya Positif.
Diseminasi ini dilaksanakan di sekolah masing-masing CGP. Saya sendiri, sebagai
CGP yang berasal dari SMP Kesatrian 1 Kota Semarang melaksanakan diseminasi di
sekolah saya.
Diseminasi ini dilaksanakan pada hari Jumat, 23 Agustus 2024
mulai pukul 08.00. Meskipun agak kurang percaya diri, namun saya berusaha untuk
percaya diri dan yakin akan materi yang sudah saya pelajari selama kurang lebih
2 minggu sebelumnya. Persiapannya? jangan ditanya, heboh. Dimana saya harus
berkonsultasi dulu dengan Kepala Sekolah tentang rencana pelaksanaannya,
menyosialisasikan pada teman sejawat, dan tentunya menyiapkan paparan. Selain
harus menjangkau seluruh materi, saya juga harus menyusun sedemikian apik
lengkap dengan ice breakingnya.
Diseminasi dihadiri oleh seluruh warga sekolah, mulai dari
kepala sekolah, guru, hingga semua tenaga kependidikan. Saya membagikan materi
tentang budaya positif yang meliputi displin positif, 3 teori motivasi, hukuman
dan penghargaan, keyakinan kelas, kebutuhan dasar manusia, lima posisi kontrol,
dan segitiga restitusi. Lalu kami berkolaborasi dalam menjawab pertanyaan pada
sesi tanya jawab. Diskusi berjalan dengan sangat baik dan lancar hingga
selesai.
Alhamdulillah ternyata teori yang saya sampaikan itu sudah
pernah dan masih dilakukan dalam keseharian kami di sekolah baik dalam
pembelajaran maupun di luar pembelajaran, sehingga beberapa materi terasa tidak
asing. Namun demikian, ada beberapa hal baru yang baru didapatkan pada
diseminasi ini. Selanjutnya tinggal mempraktikkan hingga budaya positif
ini menjadi perilaku harian di sekolah.
LATAR BELAKANG AKSI NYATA
Sebagai seorang pendidik, saya tergerak untuk
mengimplementasikan budaya positif yang telah saya pelajari dalam modul 1.4.
Penerapan budaya positif di sekolah saya sudah berjalan,
namun masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki. Oleh karena itu, dengan adanya
penyebaran pemahaman budaya positif di kalangan teman sejawat diharapkan dapat
mempercepat terwujudnya siswa dengan karakter profil pelajar Pancasila.
TUJUAN AKSI NYATA
Menciptakan
murid yang mempunyai kesadaran dari dalam diri untuk memiliki disiplin positif.
Menumbuhkan
budaya positif di sekolah dengan meyakini nilai-nilai kebajikan universal
melalui keyakinan kelas
TOLOK UKUR
Terlaksananya
diseminasi Pemahaman Budaya Positif di sekolah
Terwujudnya
implementasi budaya positif yang dilaksanakan oleh warga sekolah
Segitiga
restitusi sebagai penyelesaian permasalahan di kelas.
LINI MASA
Berdiskusi
dengan Kepala Sekolah
Melakukan
desiminasi budaya positif
Menyusun
keyakinan kelas dan menempelkan di kelas masing-masing
Memulai
implementasi budaya positif di kelas yang terintegrasi dengan sekolah
DUKUNGAN
Kepala
Sekolah
Wali kelas
dan rekan guru mapel
Murid
Sarana
prasarana untuk membuat keyakinan kelas dan menempel di kelas
PELAKSANAAN
Jumat, 23 Agustus 2024 di ruang kelas 8D SMP Kesatrian 1
Semarang

Semoga sukses acaranya berjalan lancar sampai akhir
ReplyDelete